Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Elon Musk Murka! Kecam RUU Belanja dan Pajak, Trump Disebut 'Keji dan Menjijikkan

Redaksi - Rabu, 04 Juni 2025 10:28 WIB
52 view
Elon Musk Murka! Kecam RUU Belanja dan Pajak, Trump Disebut 'Keji dan Menjijikkan
REUTERS/Gonzalo Fuentes
Elon Musk
Jakarta(harianSIB.com)

Miliarder Elon Musk tiba-tiba melontarkan kritik tajam kepada mantan sekutunya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Musk mengecam keras RUU pemotongan pajak dan belanja besar-besaran yang didukung Trump, menyebutnya sebagai kebijakan yang "keji", "menjijikkan", dan berpotensi "meledak".

"Maaf, tetapi saya tidak tahan lagi," tulis Musk melalui akun media sosial X miliknya pada Selasa, seperti dikutip CNBC International dan dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (4/6/2025).

"RUU belanja Kongres yang besar, keterlaluan, dan penuh omong kosong ini adalah kekejian yang menjijikkan," tambah CEO Tesla dan SpaceX tersebut.

Musk juga mengecam para anggota Kongres yang menyetujui RUU tersebut. "Malu pada mereka yang memilihnya: Anda tahu Anda salah. Anda tahu itu," tulisnya lagi.

Dalam unggahan lanjutan, Musk menyebut bahwa RUU tersebut akan secara signifikan memperburuk defisit anggaran AS, yang menurutnya bisa mencapai US$2,5 triliun (sekitar Rp40 ribu triliun). Ia memperingatkan bahwa kebijakan ini akan "meledak" dan membebani rakyat Amerika dengan utang yang tidak berkelanjutan.

Sebagai informasi, Musk sebelumnya ditunjuk oleh Trump untuk membantu mendirikan Department of Government Efficiency (DOGE) atau Departemen Efisiensi Pemerintah. Namun, ia mundur dari posisi tersebut pekan lalu setelah menjabat selama beberapa bulan.

Kritik pedas Musk datang hanya dua hari setelah wawancaranya bersama CBS News ditayangkan, di mana ia menyatakan bahwa paket legislatif yang didukung Trump justru "melemahkan" DOGE.

Menanggapi kritik Musk, Gedung Putih langsung memberikan klarifikasi.

"Presiden tahu di mana posisi Elon Musk terhadap RUU ini," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers.

"Namun itu tidak mengubah pandangan Presiden. Ini adalah RUU besar yang baik, dan beliau tetap mendukungnya," tegasnya.

Leavitt menegaskan kembali klaim pemerintah bahwa adalah "sangat salah" untuk mengatakan bahwa RUU tersebut menambah defisit. Ia menuduh Kantor Anggaran Kongres yang nonpartisan, yang menemukan bahwa paket anggaran tersebut akan meningkatkan defisit sebesar US$3,8 triliun selama dekade berikutnya, bersikap "bias" terhadap Partai Republik.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru