Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Februari 2026

Perang Iran-Israel Dibumbui Isu Gaib, Netanyahu Dituding Pakai Jin

Redaksi - Rabu, 23 Juli 2025 10:48 WIB
337 view
Perang Iran-Israel Dibumbui Isu Gaib, Netanyahu Dituding Pakai Jin
Ist/SNN
Ilustrasi bendera Iran dan Israel.
Jakarta(harianSIB.com)

Iran melontarkan tuduhan tak lazim kepada Israel usai konflik bersenjata selama 12 hari. Pasukan Zionis disebut-sebut menggunakan kekuatan supranatural seperti jin dan jimat untuk melawan Iran.

Dikutip dari IranWire, Selasa (22/7/2025), narasi tersebut tidak hanya beredar di media sosial, tapi juga digaungkan oleh sejumlah pejabat, ulama, hingga penasihat politik.

Salah satunya adalah Abdullah Ganji, penasihat Wali Kota Teheran, yang melalui platform X menyebut adanya "kertas berisi jimat dengan simbol Yahudi" ditemukan berserakan di jalanan ibu kota usai perang. Meski tidak menyertakan bukti visual, pernyataannya memicu perdebatan luas di ruang publik.

Isu ini makin menguat setelah muncul foto yang memperlihatkan pola Bintang Daud terukir di tanah lapang dekat kota Khomein. Namun, surat kabar Hamshahri membantahnya, menyatakan pola tersebut berasal dari latihan militer Garda Revolusi yang digelar sebelumnya.

Sejumlah tokoh dan akun anonim turut menyuarakan klaim-klaim serupa. Seorang pengguna media sosial yang mengaku sebagai "Sheikh Mojtaba" menyebut bahwa seorang tentara Iran yang gugur ditemukan mengenakan pakaian dengan jimat bercorak Yahudi, seolah-olah mengindikasikan kematian akibat "pelacakan supranatural."

Tak hanya itu, warga Teheran juga melaporkan suara azan terdengar dari menara-menara baru pada waktu yang tidak biasa, memicu kekhawatiran publik soal perang nonfisik.

Laman Instagram "Dezh" bahkan mengklaim bahwa aparat keamanan telah memanggil para penulis mantra untuk membantu mengidentifikasi dan menetralisir jimat-jimat misterius yang diduga tersebar di beberapa titik kota.

Wacana soal kekuatan tak kasatmata memang bukan hal baru di lingkaran elite Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sudah lama mengaitkan musuh-musuh Republik Islam dengan kekuatan gaib.

Dalam pidatonya tahun 2020, Khamenei menyatakan, "Baik musuh dari kalangan jin maupun manusia ada, dan mereka saling membantu. Sistem intelijen dari banyak negara bekerja sama melawan kita."

Ahmad Abedi, profesor madya dan pakar tafsir keagamaan, menjelaskan bahwa keberadaan jin memang diakui dalam Islam, namun pengaruh mereka dinilai terbatas. Ia menambahkan bahwa "Zionis sangat tertarik pada hal-hal supernatural, termasuk jimat dan ajaran Kabbalah," dan menuduh Mossad menggunakan pendekatan ini dalam operasi intelijen.


Selama masa kepresidenan Mahmoud Ahmadinejad, tema serupa juga mencuat. Ayatollah Mohammad Taqi Mesbah Yazdi pernah menuduh Mashaei, wakil Ahmadinejad, memengaruhinya lewat sihir. Beberapa orang bahkan ditangkap atas tuduhan "meramal" dan "menangkap jin."

Dalam perkembangan terbaru, dilansir dari CNBC Indonesia, Mohammad Bagheri, penulis pro-Garda Revolusi, menuduh Israel menjalankan "perang berlapis" menggunakan intelijen dan kekuatan gaib. Ia menyatakan dalam novel propagandanya, Dari Pemba ke Mariana, bahwa Mossad menggabungkan sihir, jin, dan doktrin Kabbalah dalam strategi militer.

Klaim ini didukung oleh Mojtaba Azizi, imam salat Jumat Varamin, yang mengatakan pada 2024 bahwa "CIA dan Israel menggunakan jin." Ia juga mengisyaratkan bahwa Republik Islam bisa saja menggunakan jin versi "beriman" untuk membalas.

Namun, tidak semua pihak setuju. Profesor seminari Mohammad Taqi Fazel Meybodi menolak klaim tersebut sebagai "takhayul" yang menjauhkan publik dari logika ilmiah. "Pernyataan seperti ini hanya menyuburkan irasionalitas dalam masyarakat," ujarnya kepada media lokal.

Reaksi masyarakat pun beragam, dari yang mempercayai hingga menyindir keras. Penulis Ali Bozorgian menulis sinis, "Anda bangun pagi dan menyadari bahwa Jin Karaj telah dikalahkan oleh Jin Tel Aviv."

Tuduhan ini sendiri disebut memperlihatkan bagaimana isu mistik masih digunakan dalam narasi politik Iran modern, entah sebagai alat propaganda, bentuk kepercayaan, atau cara mengalihkan perhatian dari realitas konflik yang kompleks.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru