Polsek Marbau Bersama Warga Gerebek Sarang Narkoba di Belungkut Labura
Labuhanbatu (harianSIB.com)Tim Polsek Marbau Polres Labuhanbatu bersama masyarakat dan perangkat desa menggerebek perladangan sawit warga ya
Gelombang unjuk rasa besar yang dipicu krisis air dan listrik berujung pada kejatuhan Presiden Andry Rajoelina di Madagaskar. Dalam waktu kurang dari tiga minggu, gerakan massa yang digalang kelompok Gen Z Madagascar menjelma menjadi revolusi yang mengguncang negeri kepulauan itu.
Aksi protes dimulai 25 September 2025 di ibu kota Antananarivo, dipicu kelangkaan air bersih dan pemadaman listrik berkepanjangan. Ribuan anak muda turun ke jalan menuntut perubahan, menggalang dukungan lewat media sosial. "Kami hanya ingin hidup layak," tulis salah satu seruan di platform X yang menjadi viral di kalangan demonstran.
Situasi memburuk saat Presiden Rajoelina membubarkan pemerintahannya pada 29 September. Langkah itu gagal meredam kemarahan publik. Puncaknya terjadi pada 12–13 Oktober, ketika pasukan elit militer CAPSAT yang selama ini loyal kepada Rajoelina justru membelot dan bergabung dengan pengunjuk rasa. Komandan CAPSAT, Kolonel Michael Randrianirina, bahkan naik ke panggung aksi dan disambut sorak ribuan warga.
Selasa (14/10/2025), Parlemen memakzulkan Presiden Rajoelina dengan tuduhan meninggalkan tugas negara. Beberapa jam kemudian, Kolonel Randrianirina mengumumkan melalui siaran radio, "Kami telah mengambil alih kekuasaan." Rajoelina dilaporkan meninggalkan Madagaskar menggunakan pesawat militer Prancis. Dari persembunyian, ia menegaskan bahwa dirinya masih presiden sah dan menyebut peristiwa itu sebagai "perebutan kekuasaan ilegal."
Baca Juga:PBB mencatat sedikitnya 22 orang tewas selama gelombang aksi, meski angka ini dibantah pemerintah. Di tengah kekacauan dan penjarahan di ibu kota, sebagian rakyat justru merayakan jatuhnya rezim. "Ini hari kemenangan rakyat," tulis akun resmi Gen Z Madagascar.
Usai mengambil alih, Dewan Militer membubarkan Senat, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Pemilihan Umum. Hanya Majelis Nasional yang tetap berfungsi. Kolonel Randrianirina berjanji akan menggelar pemilu dalam 18 hingga 24 bulan mendatang serta membentuk pemerintahan transisi dengan unsur sipil. "Ini bukan kudeta, ini tanggung jawab kami menyelamatkan negara," ujarnya.
Labuhanbatu (harianSIB.com)Tim Polsek Marbau Polres Labuhanbatu bersama masyarakat dan perangkat desa menggerebek perladangan sawit warga ya
Pematangsiantar (harianSIB.com)Tim Khusus (Timsus) Dayok Mirah Polres Pematangsiantar menggencarkan patroli, Jumat (3/4/2026) malam. Dalam k
Tapteng (harianSIB.com)Kericuhan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memantik reaksi keras d
Tapanuli Utara (harianSIB.com)Perseteruan terkait dugaan penggelapan dana terjadi antara Ketua Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahter
Taput (harianSIB.com)Ratusan umat Kristiani terpaku dalam hening. Mata mereka tertuju pada sebuah prosesi panjang yang bergerak perlahan di
Tripoli (harianSIB.com)Sebanyak tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali terluka akibat ada
Tanjungbalai (harianSIB.com)Tim gabungan TNI AL yang terdiri dari, Satgas Trisula 26 H Pusintelal, Satgas Ops Intelmar Mantra Sakti 26 Koarm
Simalungun (harianSIB.com)Seorang terduga pengedar sabu ditangkap polisi di Kampung Dalam, Kecamatan Tanahjawa, Kabupaten Simalungun. Pria p
Jakarta(harianSIB.com)Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan udara yang dilaporkan dilakukan Amerika Serik
Tanjungbalai (harianSIB.com)Guna menjamin keamanan dan kekhusyukan umat Kristen dalam menjalankan ibadah memperingati Wafatnya Yesus Kristus
Pematangsiantar (harianSIB.com)Kepala Satuan Binmas Polres Pematangsiantar, AKP Maxi J. Manurung, turun langsung ke lapangan melakukan patro
Simalungun (harianSIB.com)SMAN 1 Panombean Panei Kabupaten Simalungun menggelar Pelepasan Siswa Kelas XII dan Pentas Seni secara sederhana,