Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

64 Tewas dalam Operasi Antinarkoba Terbesar di Rio de Janeiro

Redaksi - Rabu, 29 Oktober 2025 19:07 WIB
942 view
64 Tewas dalam Operasi Antinarkoba Terbesar di Rio de Janeiro
AFP/MAURO PIMENTEL
Petugas polisi berdiri di samping mobil yang terbakar yang merupakan bagian dari barikade yang didirikan selama Operacao Contencao (Operasi Penahanan) di favela Vila Cruzeiro, di kompleks Penha, di Rio de Janeiro, Brasil, pada 28 Oktober 2025.

Rio de Janeiro(harianSIB.com)

Suasana mencekam menyelimuti kawasan kumuh (favela) di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025), ketika polisi melancarkan penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan pengedar narkoba. Sedikitnya 64 orang tewas, menjadikannya operasi paling mematikan dalam sejarah negara bagian tersebut.

Sebanyak 2.500 petugas bersenjata lengkap dikerahkan dengan dukungan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone. Operasi menyasar dua kawasan padat di bagian utara Rio, yaitu Complexo da Penha dan Complexo do Alemao, yang selama ini dikenal sebagai basis geng narkoba terbesar di Brasil, Comando Vermelho (Komando Merah).

Tembakan terdengar hingga ke sekitar bandara internasional Rio. Asap tebal terlihat membubung dari beberapa titik kebakaran. Warga panik, toko-toko ditutup, dan arus lalu lintas lumpuh di sejumlah jalan utama.

"Ini pertama kalinya kami melihat drone penjahat menjatuhkan bom ke masyarakat," ujar seorang warga Penha kepada AFP. "Semua orang ketakutan karena begitu banyak tembakan."

Baca Juga:
Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro Claudio Castro mengatakan operasi dilakukan untuk menghentikan ekspansi geng Comando Vermelho. Ia menyebut 60 korban tewas berasal dari kelompok kriminal, sementara empat polisi juga gugur dalam bentrokan tersebut.

"Beginilah polisi Rio diperlakukan oleh penjahat, dengan bom dari drone. Ini bukan kejahatan biasa, ini narkoterorisme," kata Castro melalui platform X. Polisi juga menyita 42 senapan, sejumlah besar narkoba, dan menangkap 81 orang.

Warga Ketakutan, DPR dan Aktivis HAM Kecam

Wartawan AFP di lokasi melihat sekitar 20 anak muda ditahan di distrik Penha. Mereka duduk di trotoar dengan kepala tertunduk, sebagian tanpa alas kaki dan bertelanjang dada.

Seorang warga lanjut usia, Regina Pinheiro (70), mengaku tidak bisa pulang karena transportasi lumpuh. "Kami kehabisan bus, tanpa apa pun, dalam kekacauan ini dan tidak tahu harus berbuat apa," ujarnya.

Anggota Kongres Henrique Vieira mengecam keras cara aparat menangani operasi tersebut. "Pemerintah negara bagian memperlakukan favela sebagai wilayah musuh, dengan izin untuk menembak dan membunuh," tulisnya di X.

Sementara itu, Presiden Komisi HAM Majelis Legislatif Rio, Dani Monteiro, menyebut operasi itu telah "mengubah favela menjadi medan perang dan tindakan barbar."

Rekor Kematian Tertinggi

Operasi besar di favela bukan hal baru di Rio, tetapi kali ini merupakan yang paling mematikan. Sebelumnya, rekor korban tewas tertinggi terjadi pada 2021 dengan 28 orang meninggal. Tahun lalu, sekitar 700 orang tewas dalam operasi polisi di Rio, atau rata-rata hampir dua orang per hari.

Pada 2020, Mahkamah Agung Brasil sempat membatasi operasi antinarkoba di kawasan padat penduduk, termasuk larangan penggunaan helikopter dan operasi di dekat sekolah atau fasilitas kesehatan. Namun, pembatasan itu dicabut pada 2025, membuka jalan bagi operasi besar seperti yang terjadi kali ini.

Para pengamat dan organisasi hak asasi manusia menilai pendekatan militeristik tersebut tidak efektif memberantas kejahatan terorganisasi. Sebaliknya, justru memperburuk siklus kekerasan dan memperdalam penderitaan warga di kawasan termiskin Brasil.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polsek Patumbak Gerebek Kampung Narkoba, Seorang Tersangka Diamankan
Edarkan Narkoba di Lokasi Hiburan Malam, 3 Tersangka Terancam Penjara 20 Tahun
Kapolres Sergai Ingatkan Kapolsek Baru Berantas Narkoba di Dolokmasihul
Izin Terbit, 100.000 Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI
Diduga Edarkan Narkoba, Manager dan Karyawan Hiburan Malam Diciduk
Berhasil Tangkap Bandar Narkoba di Perbaungan, Kasat Narkoba Dapat Reward dari Kapolres Sergai
komentar
beritaTerbaru