Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

132 Tewas dalam Operasi “Narkoterorisme”: Rio de Janeiro Berduka di Tengah Asap Hitam dan Kontroversi

Redaksi - Kamis, 30 Oktober 2025 20:18 WIB
620 view
132 Tewas dalam Operasi “Narkoterorisme”: Rio de Janeiro Berduka di Tengah Asap Hitam dan Kontroversi
Foto: Dok/Reuters
Kawasan favela Alemao dan Penha di Rio de Janeiro diselimuti asap hitam pasca operasi besar-besaran polisi yang menewaskan 132 orang, Selasa (28/10/2025).

Kecaman Nasional dan Internasional

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan keterkejutannya atas tingginya korban jiwa dan menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan tidak boleh mengorbankan warga sipil. Ia juga mengkritik kurangnya koordinasi antara aparat negara bagian dan pemerintah federal dalam operasi tersebut.

Sementara itu, Kantor HAM PBB menyuarakan keprihatinan mendalam dan mendesak diadakannya investigasi transparan dan sesuai hukum internasional. Beberapa lembaga hak asasi manusia di Brasil melaporkan temuan dugaan penyiksaan dan eksekusi di luar hukum, setelah ditemukan korban dalam kondisi terikat dengan luka tembak di kepala dan dada.

Bayang Politik dan Agenda Global

Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Rio menjadi tuan rumah dua ajang internasional bergengsi, C40 World Mayors Summit dan Earthshot Prize yang dihadiri Pangeran William. Banyak pihak menilai operasi tersebut sebagai upaya "pembersihan" menjelang acara global, sebagaimana pernah terjadi saat Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.

Namun kali ini, tindakan aparat justru menarik sorotan negatif dunia terhadap situasi keamanan dan pelanggaran HAM di Brasil.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Izin Terbit, 100.000 Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster
Tangkap Bandar Sabu Hampir 1Kg, MUI Sergai Apresiasi Kinerja Polisi
Dua Bandar Narkoba Pemilik Sabu Hampir 1 Kg Ditembak Satres Narkoba Polres Sergai
Jalan Besar Hamparan Perak Rusak Parah
Penerimaan PBB di Deliserdang di Bawah 60 %, F-PDIP: Akibat NJOP di Atas Harga Pasaran
komentar
beritaTerbaru