Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

132 Tewas dalam Operasi “Narkoterorisme”: Rio de Janeiro Berduka di Tengah Asap Hitam dan Kontroversi

Redaksi - Kamis, 30 Oktober 2025 20:18 WIB
617 view
132 Tewas dalam Operasi “Narkoterorisme”: Rio de Janeiro Berduka di Tengah Asap Hitam dan Kontroversi
Foto: Dok/Reuters
Kawasan favela Alemao dan Penha di Rio de Janeiro diselimuti asap hitam pasca operasi besar-besaran polisi yang menewaskan 132 orang, Selasa (28/10/2025).

Rio de Janeiro(harianSIB.com)

Kawasan favela Alemao dan Penha, Rio de Janeiro, berubah menjadi zona pertempuran pada Selasa (28/10/2025), ketika sekitar 2.500 personel kepolisian bersenjata lengkap dikerahkan dalam operasi besar-besaran menargetkan jaringan narkoba terbesar di Brasil, Comando Vermelho (Komando Merah). Helikopter berputar di udara, kendaraan lapis baja merangsek masuk, sementara suara tembakan dan ledakan mengguncang perumahan padat penduduk itu.

Operasi yang semula diklaim berhasil menewaskan 60 orang dan menangkap 81 tersangka, berkembang menjadi tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah kepolisian Brasil, dengan 132 orang dilaporkan tewas.

Dua Narasi, Satu Tragedi

Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro membela keras tindakan aparat, menyebut operasi itu sebagai "pukulan telak terhadap narco-terorisme". Ia menegaskan seluruh korban merupakan anggota geng kriminal dan menunjukkan video drone milik sindikat narkoba yang menjatuhkan bahan peledak sebagai bukti ancaman besar yang dihadapi polisi.

Baca Juga:
Namun, di sisi lain, warga di dalam favela memberikan kesaksian berbeda. Mereka menyebut operasi itu tak ubahnya pembantaian. "Negara datang bukan untuk melindungi, tapi untuk membunuh," ujar seorang warga Penha, dengan nada getir.

Sebagai bentuk protes, puluhan keluarga membawa jasad kerabat mereka ke jalan utama, membaringkannya di depan umum sebagai simbol luka dan kemarahan terhadap tindakan aparat yang dianggap berlebihan.

Kecaman Nasional dan Internasional

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan keterkejutannya atas tingginya korban jiwa dan menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan tidak boleh mengorbankan warga sipil. Ia juga mengkritik kurangnya koordinasi antara aparat negara bagian dan pemerintah federal dalam operasi tersebut.

Sementara itu, Kantor HAM PBB menyuarakan keprihatinan mendalam dan mendesak diadakannya investigasi transparan dan sesuai hukum internasional. Beberapa lembaga hak asasi manusia di Brasil melaporkan temuan dugaan penyiksaan dan eksekusi di luar hukum, setelah ditemukan korban dalam kondisi terikat dengan luka tembak di kepala dan dada.

Bayang Politik dan Agenda Global

Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Rio menjadi tuan rumah dua ajang internasional bergengsi, C40 World Mayors Summit dan Earthshot Prize yang dihadiri Pangeran William. Banyak pihak menilai operasi tersebut sebagai upaya "pembersihan" menjelang acara global, sebagaimana pernah terjadi saat Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.

Namun kali ini, tindakan aparat justru menarik sorotan negatif dunia terhadap situasi keamanan dan pelanggaran HAM di Brasil.

Pengamat menilai operasi ini juga memiliki dimensi politik, mengingat Gubernur Castro dikenal sebagai sekutu mantan presiden Jair Bolsonaro. Narasi "perang melawan narkoterorisme" disebut-sebut digunakan untuk memperkuat posisi politiknya menjelang pemilihan lokal tahun 2026.

Luka yang Sulit Sembuh

Dengan 132 nyawa melayang, tragedi ini melampaui pembantaian Carandiru 1992 yang menewaskan 111 tahanan dan menorehkan babak kelam baru dalam sejarah keamanan Brasil.

Kini, Rio de Janeiro bukan hanya diselimuti asap hitam sisa tembakan, tetapi juga kabut tebal pertanyaan moral. Sampai di mana kekerasan negara dapat dibenarkan atas nama keamanan, dan kapan ia berubah menjadi pembantaian terhadap rakyat sendiri?

Sementara aparat menyebutnya perang melawan narkoterorisme, warga menyebutnya luka kemanusiaan. Jawaban sesungguhnya kini bergantung pada hasil investigasi yang diharapkan transparan dan independen.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Izin Terbit, 100.000 Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster
Tangkap Bandar Sabu Hampir 1Kg, MUI Sergai Apresiasi Kinerja Polisi
Dua Bandar Narkoba Pemilik Sabu Hampir 1 Kg Ditembak Satres Narkoba Polres Sergai
Jalan Besar Hamparan Perak Rusak Parah
Penerimaan PBB di Deliserdang di Bawah 60 %, F-PDIP: Akibat NJOP di Atas Harga Pasaran
komentar
beritaTerbaru