Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 Maret 2026

Khamenei Tewas, Iran Tutup Selat Hormuz

Redaksi - Minggu, 01 Maret 2026 21:15 WIB
148 view
Khamenei Tewas, Iran Tutup Selat Hormuz
WIKIMEDIA COMMONS
Peta Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)

Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia bagi perdagangan energi global, sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada Sabtu (28/2/2026)

Gulf News melaporkan, sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima siaran radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang memperingatkan, kapal-kapal tidak akan diizinkan melintasi jalur air tersebut.

Selat Hormuz yang berada di Teluk Arab selama ini menjadi jalur vital bagi para sekutu AS dan pasar energi global.

Baca Juga:
Posisi geografis Iran di pantai utara Selat Hormuz memberikan Teheran kendali atas jalur-jalur utama menuju selat tersebut.

Kondisi ini membuat Iran memiliki pengaruh signifikan terhadap jalur pelayaran yang dilalui sebagian besar ekspor minyaknya sendiri, dan sebagian besar pasokan energi dunia.

Data menunjukkan, sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur terpenting dalam perdagangan energi internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur air penting yang berada di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebutnya sebagai titik penyempitan transit minyak terpenting di dunia.

Selat Hormuz pada titik tersempitnya hanya selebar sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran masing-masing sekitar 3 kilometer ke dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko.

Volume besar minyak mentah yang diproduksi negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dari ladang minyak di kawasan Teluk Persia, dan dikonsumsi secara global, mengalir melalui selat ini.

Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar diperkirakan melintasi jalur tersebut setiap hari, menurut data Vortexa, konsultan pasar energi dan pengapalan.

Qatar, salah satu produsen gas alam cair atau LNG terbesar di dunia, juga sangat bergantung pada selat itu untuk mengekspor LNG-nya.

Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan, sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melintasi selat ditujukan ke konsumen di Asia.

Penutupan jangka panjang juga dapat mengganggu hubungan Teheran dengan negara-negara Arab Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperbaiki hubungan dengan Iran.

Selain itu, Iran sendiri bergantung pada Selat Hormuz untuk mengekspor minyak ke mitra dagangnya, sehingga penutupan selat dinilai kontraproduktif. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapal Perang Iran dan AS Terlibat Insiden di Selat Hormuz
komentar
beritaTerbaru