Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan Dampak Krisis Minyak

Redaksi - Minggu, 08 Maret 2026 14:35 WIB
150 view
Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan Dampak Krisis Minyak
Foto: REUTERS/Eloisa Lopez
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr

Filipina (harianSIB.com)

Pemerintah Filipina memutuskan mengurangi hari kerja kantor menjadi empat hari dalam sepekan sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga bahan bakar global akibat ketegangan di Timur Tengah.

Kebijakan tersebut diumumkan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan bersifat sementara hingga kondisi energi dinilai kembali stabil.

Pengurangan hari kerja hanya berlaku bagi instansi pemerintah non-darurat. Layanan penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran dan lembaga pelayanan publik tetap beroperasi normal demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, seluruh lembaga pemerintah diperintahkan menekan penggunaan listrik dan bahan bakar antara 10 hingga 20 persen. Pemerintah juga menghentikan sementara perjalanan dinas, studi banding, kegiatan luar kantor, serta pertemuan yang masih dapat dilakukan secara daring.

Baca Juga:
Langkah penghematan dilakukan karena Filipina sangat bergantung pada impor minyak. Ketegangan yang memanas di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, berpotensi meningkatkan harga energi dunia dan mendorong inflasi di dalam negeri. Pada Februari lalu, tingkat inflasi Filipina tercatat mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

Para ekonom menilai Filipina termasuk negara paling rentan di kawasan Asia-Pasifik terhadap lonjakan inflasi akibat gejolak harga energi. Harga bahan bakar dalam negeri yang lebih mengikuti mekanisme pasar, ditambah subsidi yang terbatas, membuat dampak kenaikan harga global terasa lebih cepat.

Kebijakan pengurangan hari kerja juga memicu kekhawatiran kalangan dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri Filipina menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu sektor manufaktur yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian negara itu, terutama karena industri telah beroperasi dengan sumber daya yang terbatas. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Timnas Indonesia U-22 Dikalahkan Filipina, Sarman Sebut PSSI Kehabisan Akal
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut, Warga Panik Berhamburan ke Luar Rumah
Warga Filipina Demo Skandal Proyek Fiktif, 17 Orang Ditangkap
Kreator Konten ASEAN Meroket, YouTube Jadi Ladang Uang Baru?
Semua Anggota Kabinet Presiden Filipina Diminta Mundur
Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Filipina, 10 Orang Tewas
komentar
beritaTerbaru
Ketika Anggaran Negara Berbicara

Ketika Anggaran Negara Berbicara

(harianSIB.com)Dalam dokumen anggaran negara, angka sering hadir sebagai deretan triliunan rupiah yang terasa jauh dari kehidupan seharihar