Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Maret 2026

Serpihan Rudal Iran Jatuh di Kompleks Masjid Al Aqsa

Redaksi - Selasa, 17 Maret 2026 09:43 WIB
140 view
Serpihan Rudal Iran Jatuh di Kompleks Masjid Al Aqsa
Israel Police/Handout via Reuters
Lokasi jatuhnya puing mencakup area di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre), serta di kawasan Pemukiman Yahudi.

Tel Aviv(harianSIB.com)

Kepolisian Israel mengonfirmasi bahwa serangkaian fragmen rudal dan sistem pencegat jatuh menghantam beberapa situs keagamaan di Kota Tua Yerusalem. Insiden ini terjadi setelah gelombang rudal Iran berhasil dicegat di langit kota tersebut pada Selasa, (17/03/2026).

Pihak berwenang menyatakan bahwa puing-puing rudal tersebut jatuh di titik-titik krusial yang sangat sensitif bagi umat beragama. Lokasi jatuhnya puing mencakup area di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre), serta di kawasan Pemukiman Yahudi.

"Selama rentetan rudal yang ditembakkan dari Iran menuju Yerusalem baru-baru ini, beberapa pencegatan terjadi di atas kota tersebut," tegas Kepolisian Israel dalam pernyataan resminya dikutip Middle East Monitor yang dilansir dari CNBC Indonesia.

Aparat keamanan segera dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk mengamankan sisa-sisa proyektil yang jatuh di tengah permukiman padat dan situs sejarah.

"Menyusul pencegatan ini, pasukan polisi menemukan fragmen rudal dan puing pencegat, beberapa di antaranya berukuran besar, di beberapa lokasi di Kota Tua," lanjut Kepolisian Israel.

Serangan ini merupakan bagian dari perang terbuka yang pecah sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan operasi "Epic Fury" terhadap Iran. Eskalasi ini telah merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan awal yang menghancurkan fasilitas nuklir dan pangkalan militer di Teheran, memicu balasan masif berupa ratusan rudal balistik Sejjil dan ribuan drone ke wilayah Israel serta pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru