Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Banjir Meluas, Ratusan Rumah di Sepanjang Sungai Thames Tergenang

- Kamis, 13 Februari 2014 15:25 WIB
328 view
  Banjir Meluas, Ratusan Rumah di Sepanjang Sungai Thames Tergenang
Sib/ap photo
Sejumlah rumah yang berada di sekitar Sungai Thames terendam banjir. Pemerintah koalisi dau partai Inggris menuai tekanan yang terus meningkat terkait reaksi penanganan banjir.
London (SIB)- Hujan deras yang terus mengguyur Inggris membuat Sungai Thames yang merupakan salah satu sungai terpanjang di negara tersebut, meluap. Dilaporkan ratusan rumah di sepanjang sungai tersebut tergenang banjir. Parahnya, banjir ini berdampak pada kacaunya layanan kereta komuter setempat. Rute tersibuk di Inggris, yakni dari London menuju Reading mengalami gangguan parah akibat banjir ini. Puluhan ribu pengguna komuter terlantar akibat gangguan ini. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (12/2/2014).

Kota-kota dan sejumlah desa makmur yang ada di sepanjang Sungai Thames hingga ke sebelah barat London berubah bentuk menjadi laguna, atau semacam danau kecil. Pemerintah pun dihujani kritikan dari warga karena dianggap tidak siap dan tidak tanggap menghadapi situasi ini.

Lebih dari 1.000 rumah yang ada di wilayah sepanjang Sungai Thames, seperti Wraysbury, Datchet dan Chertsey, telah dievakuasi. Situasi semacam ini diperkirakan semakin buruk mengingat hujan deras dan badai akan menerjang pada Jumat (14/2) mendatang.

Banjir pertama kali melanda wilayah Somerset saja, namun kemudian semakin meluas hingga ke sejumlah kota dan desa di sepanjang Sungai Thames dan bahkan mendekati London. Sebanyak 1.600 personel militer disiagakan untuk membantu warga. Beberapa bahkan telah mulai bekerja dengan menempatkan karung-karung berisi pasir di sepanjang sungai, terutama di wilayah Wraysbury.

Salah satu personel militer, Su Burrows menuturkan, dirinya dibantu 100 warga bekerja sama menempatkan karung-karung pasir tersebut. Burrows mengeluhkan tidak adanya perwakilan dari Departemen Lingkungan yang datang mengunjungi maupun membantu warga.

Situasi semacam ini bahkan sempat memicu perdebatan warga dengan Menteri Pertahanan Philip Hammond yang berkunjung ke lokasi. Hammond menyatakan pemerintah sebenarnya sudah bersiap, namun rupanya yang terjadi melebih perkiraaan. Hammond berdalih bahwa pemerintah tidak mampu mencegah bencana alam.

Sedangkan Perdana Menteri Inggris David Cameron telah mengunjungi dan melihat langsung kondisi rel di Dawlish yang rusak akibat banjir. Layanan kereta terganggu akibat kerusakan tersebut. "Ini merupakan tantangan besar dan kita telah mengalami iklim terbasah saat mengawali tahun ini, dalam 250 tahun tahun terakhir, beberapa mengalami cuaca paling ekstrem dalam beberapa dekade. Kita harus mengakui bahwa memang dibutuhkan waktu untuk mengembalikan semuanya normal seperti semula," tutut PM Cameron.

Cameron telah membatalkan rencana kunjungan ke Timur Tengah pekan depan untuk menangani krisis banjir. "Saya membatalkan kunjungan ke Timur Tengah pekan depan, " kata Cameron dalam konferensi pers . "Saya akan mengirim permintaan maaf saya hari ini untuk Perdana Menteri ( Benjamin ) Netanyahu (Israel) dan Presiden ( Mahmoud ) Abbas  (Palestina), tidak ada yang lebih penting daripada mengatasi banjir ini."

Pemerintahan koalisi dua partai Inggris menuai tekanan yang terus meningkat terkait reaksi penanganan banjir, yang menurut para kritikus telah diperburuk oleh kurangnya investasi pengerukan sungai dan pertahanan banjir selama bertahun-tahun.

Cameron khususnya telah menerima kritik keras dari mereka yang terkena dampak banjir atas apa yang mereka sebut sebagai reaksi yang lambat dari pemerintahannya. Sejumlah bagian dari Inggris telah mengalami Januari terbasah dalam catatan dan sekitar 5.000 rumah terendam banjir,  dengan beberapa di antaranya tetap terendam selama lebih dari satu bulan. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru