Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Sengketa dengan China, AS Pastikan Bantu Filipina

- Sabtu, 15 Februari 2014 16:05 WIB
400 view
Sengketa dengan China, AS Pastikan Bantu Filipina
Ap Photo/Evan Vucci, Pool
Menlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing, Jumat (14/2). Kunjungan Kerry dianggap sebagai momen penting bagi Asia, khususnya dengan perseteruan yang terjadi antara Jepang dan China serta masalah teritoria
Manila (SIB)- Amerika Serikat (AS) memastikan akan membantu Filipina dalam sengketa Laut China Selatan. Kepastian ini disampaikan oleh Komandan Angkatan Laut AS Laksamana Jonathan Greenert. Sengketa perairan China Selatan terjadi antara China dengan sejumlah negara termasuk Filipina.

Dukungan AS terhadap Filipina pun merupakan  angin segar di tengah sengketa yang semakin memanas antar China dan Filipina.

"Saya tidak tahu bantuan secara khusus apa yang akan kami berikan, Kami memiliki kewajiban karena kami terikat dengan perjanjian. Tapi saya belum bisa memastikan dalam kapasitas apa bantuan yang akan kami berikan," ujar Greenert, seperti dikutip dari Voice of America (VOA), Jumat (14/2).

Awal mula dari masalah China selatan adalah klaim Negeri Tirai Bambu terhadap 90 persen wilayah Laut China Selatan. Diketahui wilayah yang diklaim China merupakan daerah kaya ikan.

Bahkan, 10 persen ikan laut di dunia ada di perairan ini. Melihat memanasnya kondisi, Filipina membawa sengketa ini ke PBB. Namun, China mengecam langkah yang diambil Filipina.

Dukungan kepada Filipina disampaikan saat Menlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing. Pertemuan ini berlangsung di saat China bersitegang dengan sekutu AS yakni, Jepang, dan Filipina.

Kunjungan Kerry dianggap sebagai momen penting bagi Asia, khususnya dengan perserteruan yang terjadi antara Jepang dan China terkait masalah sejarah Perang Dunia II dan masalah teritorial di Laut China Timur. Ketegangan itu membuat hubungan kedua negara terus memburuk.

Kekhawatiran akan terjadi bentrokan makin meruncing setelah China menerapkan zona identifikasi pertahanan di Laut China Timur. Selain itu, kapal patroli makin terus terlihat di wilayah dekat Pulau Senkaku yang menjadi pusat sengketa.

Di saat bersamaan China juga terlibat ketegangan dengan Filipina khususnya mengenai sengketa wilayah Laut China Selatan. China dengan tanpa menghormati negara lain, mengklaim keseluruhan wilayah Laut China Selatan, berdasarkan pendekatan sejarah mereka sejak 2.000 tahun lalu.

"Meski ada kekhawatiran mengenai legitimasi dari sejarah, ada pula isu penting yang seharusnya menjadi perhatian. Penting bagi kita untuk tetap fokus mengenai masalah besar, dalam hal kehidupan banyak pihak," jelas Kerry.

Kunjungan Kerry pun mengundang tanggapan dari media nasional China. The Global Times menyebut, meski kunjungan Kerry berlangsung ramah, dukungan AS mengenai dukungan kepada sekutunya menjadi sebuah tekanan bagi China.

Satu isu lain yang penting adalah Korea Utara, di mana AS berharap bisa mengamankan dukungan China untuk melucuti senjata nuklir Korut. (VoA/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru