CARACAS (SIB)- Protes yang terjadi di Venezuela sudah memasuki hari keempat. Protes pun makin berlangsung panas dengan disertai aksi kekerasan yang terjadi. Aksi perlawanan terhadap Presiden Nicolas Maduro berlanjut pada Sabtu (15/2/2014) malam waktu setempat. Ribuan pendukung Maduro muncul untuk memberikan dukungan kepadanya dan berakhir dengan aksi pamer kekuatan antar pelaku protes.
Namun kelompok anti-pemerintah enggan untuk mengakhiri protes. Mereka bersikeras untuk mendesak Maduro mundur dari jabatannya sebagai Presiden Venezuela. "Kami akan tetap bertahan hari demi hari, malam demi malam hingga terjadi perubahan," ujar seorang pengunjuk rasa, seperti dikutip Reuters, Minggu (16/2/2014).
Pihak keamanan pun tidak tinggal diam. Mereka melepaskan tembakan gas air mata dan melepaskan water canon ke arah para pengunjuk rasa. Hingga saat ini, sekira 2.000 mahasiswa masih terus berkumpul di Altamira Square, Caracas. Mereka membagi tugas untuk mengatasi sikap keras dari pihak berwenang.
Protes yang berlangsung sejak Rabu 12 Februari 2014 lalu, telah menewaskan tiga orang. Mereka yang tewas diketahui menderita luka tembak, ketika pasukan Venezuela hendak membubarkan aksi protes. Sementara Maduro sendiri menolak untuk turun dari jabatannya. Dirinya justru menghina para pengunjuk rasa yang memaksakan keinginannya untuk tetap berkuasa. Menurut Maduro, dia akan tetap meneruskan revolusi yang telah diamanatkan oleh mantan Presiden Hugo Chavez.
(Rtr/okz/c)