Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

ISIS Larang Bedah Caesar

- Senin, 30 Maret 2015 16:08 WIB
323 view
ISIS Larang Bedah Caesar
DAMASKUS (SIB)- Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai wilayah Suriah kini sedang berupaya untuk melarang bedah caesar karena dianggap sebagai praktik Barat dan tidak Islami. Para dokter yang bekerja di wilayah yang dikuasai ISIS diharuskan mematok biaya 15.000 pound Suriah atau kurang lebih Rp 1 juta untuk melakukan operasi caesar. Besarnya biaya itu setara dengan pendapatan dua bulan rata-rata pekerja Suriah. Di bawah aturan baru ini maka dokter tak bisa memberikan layanan operasi caesar secara gratis bagi warga tak mampu. Bagi para dokter yang ketahuan menjalankan bedah caesar secara gratis maka mereka akan dijatuhi hukuman berat. Pemberlakuan biaya yang cukup mahal itu dilakukan agar rumah-rumah sakit semakin jarang melakukan bedah caesar.

Bedah caesar biasanya dilakukan jika dokter memutuskan bahwa melahirkan dengan cara normal akan membahayakan nyawa si ibu. Namun kini bedah caesar banyak dipilih karena membuat para perempuan bisa melahirkan anak tanpa rasa sakit. ISIS berusaha meninggalkan proses-proses kelahiran ala Barat karena dianggap sebagai sebuah bagian dari rencana tertentu terhadap para perempuan Muslim.

Meski demikian, ISIS berusaha membangun layanan medis modern di wilayah yang didudukinya dan mengundang para dokter dari seluruh dunia untuk bekerja di Suriah dan Irak. Awal tahun ini, ISIS mengumumkan telah membuka sebuah sekolah kedokteran di Raqqa, Suriah. Di tempat itu para dokter akan dipersiapkan selama tiga tahun. Pekan lalu dikabarkan sembilan siswa sekolah kedokteran asal Inggris pergi ke Suriah untuk bekerja di rumah-rumah sakit di wilayah yang dikuasai ISIS. Empat orang perempuan dan lima pria, menutup rapat rencana mereka dari para kerabat hingga sesaat sebelum mereka melintasi perbatasan Turki-Suriah. (Al Arabiya/kps/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru