Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Serangan Arab Saudi Hantam Kamp Pengungsi, 40 Orang Tewas

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Rebut Pelabuhan Yaman

- Rabu, 01 April 2015 11:05 WIB
774 view
 Koalisi Pimpinan Arab Saudi Rebut Pelabuhan Yaman
Seorang warga dengan kepala dibalut perban berjalan di antara reruntuhan bangunan rumah yang hancur akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di area kekuasaan pemberontak Syiah Houthi, di Sanaía, Yaman, Senin (30/3). Serangan udara mengh
Sanaa (SIB)- Serangan udara Arab Saudi dkk menewaskan setidaknya 40 orang di kamp pengungsi di Yaman utara. Para korban tewas termasuk wanita dan anak-anak. Serangan udara tersebut sebenarnya menargetkan para pemberontak Syiah Houthi yang berada di dekat kamp tersebut. Menurut kantor berita resmi Yaman, Saba, kamp di Haradh tersebut dibombardir pesawat-pesawat tempur Saudi.

Serangan udara terhadap kamp Al-Mazrak, yang menampung warga sipil di tengah konflik antara kubu penberontak Houthi dan pemerintah Yaman, juga mencederai sekitar 200 orang. Organisasi Migrasi Internasional (IOM) semula menyebut 45 orang tewas akibat serangan tersebut, namun jumlah itu direvisi menjadi 40 orang.

Lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan 29 korban tewas dan 34 korban cedera telah dibawa ke rumah sakit dekat kamp pengungsi. Manajer kawasan Timur Tengah MSF, Pablo Marco, menyatakan sebanyak 500 keluarga baru datang ke kamp tersebut selama dua hari terakhir karena pertempuran semakin sengit.

Pelaku serangan sampai saat ini belum diketahui. Media pemerintah Yaman mengatakan pesawat Arab Saudi yang melakoni serangan. Juru bicara militer Saudi mengatakan, pihaknya tengah mencari klarifikasi atas insiden itu. "Bisa jadi jet-jet tempur membalas serangan, dan kami tak bisa mengkonfirmasi apakah itu memang kamp pengungsi," tutur Brigjen Ahmed Asseri. "Kami akan meminta badan-badan resmi Yaman untuk mengkonfirmasi itu," imbuhnya kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Yaman Riyadh Yassin menyalahkan artileri Houthi atas serangan tersebut. Menurut Organisasi Migrasi Internasional, 40 orang tewas dan 200 orang lainnya terluka akibat serangan udara tersebut. Di antara para korban luka, puluhan orang di antaranya mengalami luka-luka parah.
"Orang-orang di kamp Al Mazraq telah tinggal dalam kondisi sangat memprihatinkan ... dan kini mereka harus menderita akibat serangan udara ke kamp tersebut," ujar Pablo Marco, juru bicara operasional organisasi bantuan medis, Medecins Sans Frontieres (MSF).

Rebut Pelabuhan Yaman

Arab Saudi, Senin (30/3) mengumumkan koalisi pimpinannya sepenuhnya menguasai pelabuhan di Yaman, dalam Operasi Badai Penentu melawan petempur Al-Houthi, demikian laporan Al-Arabiya.

Birgadir Ahmed Al-Asiri, Juru Bicara Operasi itu, mengatakan dalam taklimat harian koalisi pimpinan Arab Saudi --yang diikuti oleh 10 negara-- melancarkan operasi laut. Koaliai tersebut menguasai pelabuhan di Yaman, dan semua kapal yang datang dan pergi dari semua pelabuhan itu diperiksa, lapor Xinhua.

Ia juga mengatakan petempur melancarkan serangan rudal balistik tapi gagal mengenai satu pusat Arab Saudi di perbatasan, demikian laporan Xinhua. "Milisi Al-Houthi menembakkan rudal di Sanaa tapi rudal tersebut jatuh karena gangguan teknis, dan pasukan koalisi segera menyerbu daerah itu serta menghancurkannya."

Juru bicara tersebut mengatakan sasaran koalisi saat ini ialah menghancurkan semua rudal balistik dan menghentikan petempur Al-Houthi bergerak maju ke arah Aden. Sementara itu kelompok Syiah Yaman tersebut mengumpulkan senjata untuk menyerang pemerintah Yaman dan negara tetangganya.

Arab Saudi dan negara lain anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melancarkan serangan udara terhadap posisi Al-Houthi di Yaman pada Kamis, 26 Maret, tindakan yang dikutuk oleh Iran tapi didukung oleh Amerika Serikat, Mesir, Jordania dan Marokko. (Rtr/dtc/Xinhua/Ant/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru