Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Turki Dilanda Pemadaman Listrik Terburuk dalam 15 Tahun Terakhir

- Kamis, 02 April 2015 11:44 WIB
211 view
 Turki Dilanda Pemadaman Listrik Terburuk dalam 15 Tahun Terakhir
Ankara (SIB)- Insiden listrik mati melanda Turki secara besar-besaran. Ini merupakan peristiwa terburuk dalam 15 tahun terakhir. Jutaan orang terkena dampak padamnya listrik di 79 dari 81 provinsi tersebut. Spekulasi liar pun merebak mengenai penyebab matinya listrik. Terlebih lagi insiden ini mengingatkan akan insiden serupa pada 30 Maret 2013 saat pemilihan lokal. Saat itu, listrik mati di ibukota Ankara dan sejumlah kota lainnya ketika penghitungan suara berlangsung.

Ketika itu timbul rumor bahwa padamnya listrik sebagai upaya untuk melakukan kecurangan pemilu. Kemudian, Menteri Energi Taner Yildiz mengatakan, padamnya listrik diakibatkan seekor kucing yang masuk ke unit trafo listrik. Padamnya listrik kali ini pun dikaitkan dengan insiden 2013 itu. Para pengkritik pemerintah mencetuskan adanya kemungkinan operasi kecurangan di malam pemilihan umum pada Juni mendatang. Bahkan pengguna Twitter mengatakan seperti dilansir Todays Zaman, Rabu (1/4), pemerintah tengah menggelar latihan pemadaman unit-unit transmisi listrik menjelang pemilihan Juni mendatang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengumumkan, pemerintah tengah mempertimbangkan semua skenario yang mungkin, termasuk serangan cyber pada jaringan-jaringan listrik.

Menurut Nesimi Aykan, pengacara di Istanbul, tak seorang pun yang tahu alasan padamnya listrik secara masiv ini. "Apakah ini serangan cyber atau gangguan masiv? Apakah ini terkait dengan jaringan transmisi internasional atay kebijakan energi saat ini?" tanya Aykan. Listrik mulai mati pada Selasa (31/3) pagi setempat. Sejumlah provinsi mengalami mati lampu ini selama tiga jam. Namun banyak pula yang mengalami selama 5 jam lebih. Saat ini, listrik di nyaris seluruh wilayah telah kembali menyala.

Padamnya listrik pada Selasa, 31 Maret waktu setempat telah melumpuhkan kehidupan sehari-hari di negeri itu. Mulai dari terhentinya sistem tram dan kereta bawah tanah, hingga gelap gulitanya pusat-pusat perbelanjaan. Warga pun banyak yang mengantre beli bensin untuk menyalakan genset di rumah-rumah mereka. (TZ/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru