Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Perang di Yaman Memperburuk Keadaan Kemanusiaan

* Al-Qaida Serbu Penjara Yaman, 300 Napi Dibebaskan
- Jumat, 03 April 2015 15:38 WIB
217 view
 Perang di Yaman Memperburuk Keadaan Kemanusiaan
Brussels (SIB)- Perang di Yaman berdampak mengkhawatirkan pada warga, kata Uni Eropa Kamis (2/4), dengan mengutuk serangan terhadap rumah sakit, sekolah dan rumah. Dalam sepekan belakangan, sekutu pimpinan Saudi membom Syiah Houthi dan tentara setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang melawan suku Muslim Sunni, yang bersekutu dengan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Puluhan orang tewas.

Dampaknya, terutama pada anak-anak, mencapai tingkat mengkhawatirkan dan memperburuk keadaan kemanusiaan, yang sudah mengerikan, kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dan komisaris bantuan kemanusiaan Christos Stylianides. "Serangan terhadap rumah sakit dan sarana kesehatan oleh pihak berperang serta secara terencana menyasar dan merusak rumah pribadi, sarana pendidikan dan prasarana tidak dapat ditenggang," kata pernyataan mereka. "Kami menyeru semua pihak melindungi warga dan tidak menyasar langsung prasarana warga," katanya.

Mogherini dan Stylianides mendesak semua pihak memberikan jalan tidak terbatas kepada pekerja bantuan kemanusiaan dan Eropa Bersatu akan terus mendukung semua upaya membawa para pihak Yaman kembali ke meja perundingan. Palang Merah Dunia mengeluh bahwa anggota sekutu pimpinan Saudi melarang pesawat Palang Merah mengirimkan obat-obatan.

Ledakan di pabrik susu di pelabuhan Hodaida, Yaman, menewaskan sekitar 25 pekerja, kata sumber kesehatan, dengan pernyataan saling bertentangan yang menghubungkan ledakan itu dilakukan oleh serangan udara sekutu pimpinan Saudi atau roket dari pangkalan tentara terdekat. Kejadian itu diduga menjadi salah satu penyebab terbesar kematian warga sejak serangan udara pimpinan Saudi dimulai. Serangan udara menewaskan sekitar 40 orang di kampung pengungsi Mazraq di Yaman utara pada Senin, kata pekerja bantuan.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak (UNICEF) pada Selasa menyatakan setidak-tidaknya 62 anak-anak terbunuh dan 30 lagi terluka di Yaman sepanjang pekan lalu sebagai korban dari peningkatan pertempuran. PBB menyatakan serangan terhadap kampung pengungsi di Yaman utara itu merupakan pelanggaran hukum antarbangsa. Gerakan Arab Saudi dan negara lain Muslim Sunni itu dilakukan untuk menghentikan kelompok gerilya Huthi dan pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dalam usaha menguasai negara tersebut sekaligus mengembalikannya ke Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Serbu Penjara Yaman

Militan al-Qaida menyerbu penjara di provinsi Hadramaut, Yaman, Kamis (2/4) dan membebaskan ratusan narapidana, termasuk salah satu pemimpin mereka. Diberitakan situs berita Albawaba, lebih dari 300 tahanan kabur saat militan al-Qaida menyerbu penjara di kota Mukalla tersebut. Salah satunya adalah Khalid Batarfi, tokoh senior kelompok bersenjata itu yang telah dipenjara lebih dari empat tahun.

Pejabat setempat mengatakan bahwa dua sipir dan lima napi tewas dalam baku tembak antara al-Qaida dengan polisi. Batarfi adalah salah komandan al-Qaida di Semenanjung Arab, AQAP. Dia terlibat pertempuran dengan tentara Yaman tahun 2011-2012 saat AQAP mencoba menguasai wilayah selatan dan timur negara itu. Saksi mata yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa suara ledakan dan pertempuran juga terdengar setelah militan menyerang istana presiden di al-Mukalla yang terletak sekitar 800 kilometer tenggara Sanaa itu. Saksi juga mengatakan bahwa penyerang juga menggunakan bom mobil untuk mendobrak masuk ke komplek istana lalu terlibat baku tembak dengan penjara di dalamnya.

Kantor pemerintahan Mukalla juga tidak luput dari serangan. Al-Qaida menggunakan peluncur roket dan mortir dalam pertempuran yang berlangsung setengah jam itu. Dalam beberapa bulan terakhir, militan al-Qaida memang gencar melakukan serangan di Yaman. Dalam beberapa peristiwa, al-Qaida terlibat pertempuran dengan militan Syiah Houthi. Insiden kali ini terjadi di tengah kekacauan keamanan dan politik di Yaman saat negara itu dikuasai militan Houthi. Arab Saudi dan negara koalisi Timur Tengah sedang melancarkan serangan udara ke Yaman untuk membantu Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi mengusir Houthi. (Ant/CNNIndo/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru