Jerman (SIB)- Pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa berencana membuat jaringan internet sendiri yang tidak bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS). Mereka ingin menghindari aksi penyadapan yang pernah dilakukan oleh agen intelijen AS, NSA. Dilansir Financial Times, Senin (17/2/2014), gagasan tersebut didukung penuh oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang pernah menjadi korban penyadapan NSA. Merkel mengatakan akan meminta dukungan dari Presiden Prancis, François Hollande, saat keduanya dijadwalkan bertemu di Paris pada Rabu (19/2).
Merkel akan mendesak Hollande untuk mendukung rencana alternatif dari Uni Eropa berdasarkan fakta bahwa infrastruktur internet masih didominasi AS. "Kami akan berbicara dengan Prancis mengenai bagaimana kami dapat mempertahankan perlindungan sebuah data rahasia," kata Merkel.
Selain meminta dukungan dari pemimpin negara anggota UE lainnya, Merkel juga akan berbicara dengan para penyedia jasa layanan internet di Eropa agar dapat melindungi keamanan data para pengguna di benua tersebut. "Saya berharap seseorang tidak perlu lagi mengirimkan surat elektronik dan informasi lainnya melalui Samudera Atlantik," imbuh Merkel.
Rencana Merkel ini malah dipertanyakan oleh para penyedia jasa layanan internet yang berasal dari AS. Sebuah perusahaan AS, yang menolak disebut namanya, mempertanyakan sisi praktis yang akan terjadi apabila pengiriman surel ke AS dan negara lainnya, jika sistem internet mandiri yang disarankan Merkel diterapkan.
Beberapa perusahaan teknologi AS memperingatkan apabila UE benar-benar menerapkan sistem internet mandiri, maka malah akan menghancurkan sistem dunia maya yang sudah ada. Hal itu akan mengubah menjadi sistem data regional tersendiri yang terisolir.
Rencana Merkel ini pun ditentang oleh dua perusahaan AS, yakni Google dan Facebook. Saat ini, masalah di sana tengah diperjuangkan di Komisi Eropa di Brussel, karena mereka khawatir akan adanya perpecahan dan menghambat operasi internet. "Perlindungan digital merupakan sesuatu yang tidak bijak dan tidak berfungsi," ujar seorang pengacara, Eduardo Ustaran.
Ditentang sejumlah kalangan, mantan kontraktor Edward J. Snowden, mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa ide Merkel tidak akan berpengaruh banyak. Penciptaan penyimpanan data yang tidak melalui AS, bukan berarti dapat benar-benar melindungi Eropa dari aksi spionase. "NSA akan bergerak di mana data itu tersimpan. Apabila NSA bisa membaca pesan dari jejaring telekomunikasi di China, maka kemungkinan mereka juga dapat membaca pesan Facebook dari luar Jerman," ujar Snowden saat diwawancarai stasiun televisi ARD.
(FinancialTimes/vvn/c)