Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Pengadilan Jepang Hentikan Pengaktifan Kembali Reaktor Nuklir Fukushima

* Radiasi Nuklir Fukushima Bisa Membunuh dalam Satu Jam
- Rabu, 15 April 2015 13:45 WIB
192 view
  Pengadilan Jepang Hentikan Pengaktifan Kembali Reaktor Nuklir Fukushima
Tokyo (SIB)- Pengadilan Jepang, Selasa (14/4) mengeluarkan perintah untuk mencegah pengaktifan kembali dua reaktor di fasilitas nuklir Fukushima atas dasar keamanan. Langkah ini bertentangan dengan seruan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengaktifkan kembali reaktor Fukushima.

Keputusan pengadilan merupakan kali kedua dalam kurun waktu kurang dari setahun terhadap reaktor yang dioperasikan oleh Kansai Electric Power, salah satu operator terkemuka di Jepang.

Penduduk setempat telah berupaya agar pengadilan melarang pengaktifan kembali reaktor No. 3 dan 4 di Takahama, dengan alasan bahwa rencana tersebut meremehkan risiko gempa, gagal memenuhi standar keamanan yang lebih ketat dan tidak memiliki langkah evakuasi yang kredibel.

Seorang pejabat pengadilan mengkonfirmasi keputusan pengadilan ini kepada Reuters, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Kansai Electric berencana akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Namun, proses banding dapat memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Perusahaan ini juga diperkirakan menanggung kerugian ratusan juta dolar untuk biaya operasional.

Keputusan pengadilan memicu pertanyaan soal tingkat keselamatan nuklir di Jepang setelah insiden Fukushima. Reaktor nuklir yang terletak di tepi pantai Fukui di Jepang barat, memiliki tingkat keselamatan dengan standar yang ditetapkan oleh regulator nuklir Jepang dan diharapkan akan dapat kembali diaktifkan pada tahun ini. Abe menilai melanjutkan pembangkit tenaga nuklir yang memasok hampir sepertiga kebutuhan listrik di Jepang sebelum insiden Fukushima terjadi merupakan kunci untuk mengangkat negara dengan tingkat perekonomian ketiga terbesar di dunia dalam dua dekade terakhir.

Membunuh


Data yang dihimpun oleh satu robot di pusat fasilitas nuklir Fukushima mengungkapkan bahwa radiasi nuklir di wilayah tersebut masih sangat tinggi dan bisa membunuh manusia hanya dalam waktu satu jam. Dilansir RT News, perusahaan operator nuklir Tokyo Electric Power Co (TEPCO) mengumumkan penemuan tersebut setelah mengirimkan robot pada Jumat (10/4) ke dalam reaktor Fukushima yang meleleh untuk mencatat data radiasi nuklir. Data yang dihimpun sang robot menunjukkan hingga pekan ini radiasi nuklir mencapai 9,7 sievert per jam.

Robot tersebut direncanakan dapat menjelajahi sejumlah wilayah di fasilitas nuklir Fukushima selama 10 jam. Namun, robot tersebut hanya berfungsi selama tiga jam, sebelum mati dan tidak dapat berfungsi lagi. Namun, robot setinggi 60 sentimeter ini berhasil mengumpulkan data suhu, tingkat radiasi, dan gambar dari enam lokasi di lantai pertama di bawah reaktor. Dikendalikan dari jarak jauh, robot tersebut menggungkapkan data radiasi mencapai 7,0 hingga 9,7 sievert per jam.

Sementara, data juga menunjukkan suhu dingin, berkisar antara 17,8 hingga 20,2 derajat Celcius. Juru bicara TEPCO, Teruaki Kobayashi, menilai tingkat radiasi tersebut terlalu tinggi bagi manusia untuk berada di fasilitas nuklir Fukushima, bahkan jika mengenakan pakaian pelindung sekalipun.

Kobayashi menyatakan bahwa data juga mengungkapkan bahwa robot dapat menangani radiasi baik. Tingkat radiasi yang direkam sang robot secara signifikan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya. Rekaman video yang dirilis TEPCO menunjukkan sang robot tengah bermanuver di sekitar puing-puing fasilitas nuklir Fukushima yang hancur karena bencana gempa serta tsunami melanda Jepang pada Maret 2011 lalu. Kobayashi mengungkapkan rencana pengiriman robot kedua ke Fukushima pada Senin (14/4) harus tertunda karena para ilmuwan masih meneliti penyebab rusaknya robot pertama. TEPCO berencana untuk mengirimkan lebih banyak robot, termasuk robot nirkabel, untuk mencoba mendapatkan data yang diperlukan.

Insiden nuklir Fukushima terjadi saat Jepang dilanda gempa dan tsunami pada Maret 2011, memicu tiga kasus lelehan nuklir dan memaksa 160 ribu warga di sekitarnya mengungsi. Insiden yang disebut terparah sejak bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 ini telah mengontaminasi laut, tanah dan udara di Fukushima.

September lalu, Badan Pengawas Nuklir, Nuclear Regulatory Authority (NRA) memberi lampu hijau kepada Pemerintah Jepang untuk mengaktifkan kembali dua reaktor nuklir Fukushima Daiichi pada akhir tahun 2014. Namun, rencana ini tertunda karena radiasi nuklir di kawasan ini masih sangat tinggi. Korban tewas dalam laporan resmi pemerintah Jepang pada 10 Februari 2014 yang diakibatkan gempa dan tsunami tahun 2011 mencapai 15.884 orang. (Rtr/CNNindo/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru