Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Arab Saudi Waspada Serangan Terhadap Mal atau Instalasi Minyak

* Houthi Berikrar Hadapi Serangan Udara Pimpinan Arab Saudi
- Selasa, 21 April 2015 11:55 WIB
432 view
Arab Saudi Waspada Serangan Terhadap Mal atau Instalasi Minyak
SIB/Rtr
Kepulan asap membubung ke langit saat satu depot amunisi di area perbukitan kota sanaa, Yaman dihantam serangan udara.
Riyadh (SIB)- Arab Saudi dalam keadaan siaga atas kemungkinan serangan militan terhadap pusat perbelanjaan ataupun instalasi minyak di negeri itu. "Ada informasi mengenai kemungkinan aksi yang menargetkan mal atau instalasi Aramco. Kami meneruskan informasi ini kepada pasukan keamanan untuk bersiaga," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Mansour Turki seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (20/4).

Menurut Turki, dirinya tak punya informasi lebih jauh mengenai ancaman serangan militan tersebut. Saudi yang merupakan negara eksportir minyak terbesar dunia dan sekutu strategis penting Amerika Serikat, telah menjadi target kelompok-kelompok militan selama bertahun-tahun, termasuk Al-Qaeda dan ISIS.

Saudi telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Houthi di Yaman sejak 26 Maret lalu. Bulan ini, kepolisian Saudi mengumumkan telah menangkap seorang warga Saudi yang diduga menembak mati dua polisi dan melukai dua orang lainnya dalam dua serangan terpisah di Riyadh.

"Arab Saudi menjadi target terorisme. Biasanya dalam situasi (konflik) ini, ada upaya-upaya kelompok teroris untuk mengambil kesempatan dan melakukan serangan," tutur Turki.

Houthi Berikrar Hadapi Serangan Udara Arab Saudi

Sementara itu, kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi mengecam operasi militer pimpinan Arab Saudi dan berikrar akan melakukan tindakan yang lebih keras guna menghadapi pasukan koalisi dan petempur suku Sunni. Pemimpin kelompok tersebut Abdul Malik Al-Houthi mengecam Arab Saudi karena mencampuri urusan dalam negeri Yaman, dan mengatakan "kami dapat memutuskan politik kami, membentuk pemerintah kami."

Itu adalah pidato pertama yang ditayangkan televisi sejak 26 Maret, ketika Arab Saudi memulai serangan udara di Yaman yang telah menghancurkan banyak kamp militer, yang dikuasai oleh petempur Al-Houthi.

Ia tidak mengungkapkan tempat ia berbicara. Namun beberapa sumber militer mengatakan pemimpin Al-Houthi tersebut bersembunyi di wilayah pegunungan di Provinsi Saada di Yaman Utara, yang berbatasan dengan tetangganya yang kaya akan minyak.

"Kami menguasai lembaga pemerintah untuk melindunginya dari Al-Qaeda ... mereka meminta kami mundur dari kementerian dan dari provinsi di selatan untuk mengizinkan Al-Qaida menguasainya ... dan itu takkan terjadi," kata Abdul Malik Al-Houthi, sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.
Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang kini hidup di pengasingan, pekan lalu di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, mengangkat Perdana Menteri Khaled Bahah sebagai Wakil Presiden pekan lalu. Bahah mengatakan perundingan yang melibatkan semua partai politik di Yaman takkan diadakan sampai Hadi kembali ke Aden dan senjata anggota Al-Houthi dilucuti. (Rtr/dtc/Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru