Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Diancam AS, Ali Khamenei Perintahkan Militer Iran Tingkatkan Kesiapan

- Selasa, 21 April 2015 12:08 WIB
389 view
Diancam AS, Ali Khamenei Perintahkan Militer Iran Tingkatkan Kesiapan
Baghdad (SIB)- Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan militer negeri itu untuk meningkatkan kesiapan defensif mereka. Khamenei pun mengecam peringatan Amerika Serikat bahwa aksi militer merupakan opsi jika tidak tercapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Hal tersebut disampaikan Khamenei dalam pidatonya di depan para komandan dan tentara Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/4).

"Pihak lain dengan penghinaannya, mengancam kita setiap waktu," cetus Khamenei seraya membantah Iran berupaya memproduksi bom atom dan bersikeras bahwa doktrin militer negeri itu bersifat defensif.

Pernyataan ini disampaikan Khamenei setelah Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS pekan lalu mempertegas, jika pembicaraan nuklir dengan Iran gagal maka opsi militer tetap ada.

Pemerintah AS sejak lama telah menyatakan bahwa, mengebom tempat-tempat nuklir Iran dan fasilitas penting lainnya mungkin dilakukan jika Teheran tidak menghentikan aktivitas nuklirnya.

Dalam pidatonya, meski tidak menyebut nama Dempsey, Khamenei mengatakan: "Setelah waktu berdiam diri oleh pihak lain, salah satu pejabatnya baru-baru ini kembali membahas opsi-opsi yang ada." "Di satu sisi mereka menggertak, dan di sisi lain mereka mengatakan Republik Islam Iran harus menghentikan kemajuan defensifnya, yang ini adalah komentar bodoh," cetus Khamenei.

"Iran tak akan pernah menerima komentar bodoh seperti itu dan negara ini telah membuktikan bahwa jika diserang, dia akan mempertahankan diri dengan sangat kuat. Dia akan bangkit bersatu dan jadi seperti pukulan kuat terhadap para agresor tak logis," tandasnya.

Sementara itu Brigadir Jenderal Hossein Salami, Komandan Senior Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, mengatakan retorika yang berulangkali disampaikan mengenai "pilihan militer ada di meja (oleh Amerika Serikat) tak membuat kami prihatin, dan usul kami dilandasi atas perang habis-habisan dengan Amerika Serikat". Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu (18/4) mengatakan, dalam satu upacara untuk memperingati Hari Militer Iran, "kekuatan mendasar militer" Iran ialah untuk tujuan penangkal dan bukan menjadi ancaman buat tetangganya maupun wilayah Timur Tengah".

Sebaliknya, militer Iran bertujuan membantu menegakkan "perdamaian dan keamanan" di wilayah yang dicabik perang, kata Rouhani. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru