Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Angkat Bangkai Kapal Sewol, Korsel Anggarkan Rp1,7 Triliun

- Kamis, 23 April 2015 16:26 WIB
207 view
Angkat Bangkai Kapal Sewol, Korsel Anggarkan  Rp1,7 Triliun
SIB/AP Photo/Ahn Young-joon
Menteri Keamanan Publik/Keamanan Korsel Park In-yong (kanan) dan Menteri Kelautan Yoo Ki-june menundukkan kepala setelah menggelar jumpa pers terkait rencana pengangkatan bangkai kapal Sewol di Seoul, Rabu (22/4).
Seoul (SIB)- Otoritas Korea Selatan sepakat untuk mengangkat kapal feri Sewol yang tenggelam sejak tahun lalu. Pengangkatan ini paling cepat dilakukan pada September mendatang. Tragedi kapal feri yang tenggelam pada April 2014 lalu, menewaskan lebih dari 300 orang yang sebagian besar merupakan anak sekolah. Peringatan setahun tragedi Sewol baru digelar pada 16 April lalu, dengan keluarga korban berharap agar penyelidikan mendalam atas insiden ini bisa dilakukan otoritas Korsel.

Sejauh ini, masih ada 9 jasad korban yang belum berhasil ditemukan dan operasi pencarian telah dihentikan sejak beberapa waktu lalu, dengan alasan cuaca terus memburuk dan musim dingin tiba. Namun keluarga korban bersikeras agar kapal diangkat sehingga pencarian korban bisa dilakukan kembali.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/4), otoritas Korsel telah melakukan pembahasan pada tingkat parlemen untuk mempertimbangkan dan menghitung biaya serta waktu yang diperlukan untuk proses pengangkatan ini. Dalam pernyataannya, komisi pemerintahan Korsel menyimpulkan bahwa ada kemungkinan untuk mengangkat kapal seberat 6.800 ton ini dengan biaya 150 milliar won atau setara Rp 1,7 triliun. Proses pengangkatan ini diharapkan akan segera dimulai pada September mendatang.

Upaya pengangkatan kapal ini, menurut pemerintah Korsel, bisa memakan waktu hingga 18 bulan atau lebih. Biayanya pun, lanjut pemerintah Korsel, bisa membengkak hingga lebih dari 200 miliar won atau setara Rp 2,3 triliun, tergantung pada kondisi cuaca dan kesulitan teknis yang dihadapi.

"Risiko utama yang mungkin dialami Sewol, kapal yang dirakit lebih dari 20 tahun lalu ialah adanya korosi pada bangkai kapal," ucap purnawirawan Angkatan Laut Korsel, Park In-yong yang kini memimpin Kementerian untuk Keselamatan dan Keamanan Publik Korsel. "Dan kapalnya membentang pada sisi kiri, jadi jika kita berusaha mengangkatnya tanpa menegakkannya, maka akan terjadi kelemahan struktural," imbuhnya.

Opsi mengangkat kapal Sewol ini baru diumumkan Presiden Park Geun-hye selang setahun setelah kejadian, tepatnya pada peringatan yang digelar di Pulau Jindo pada 16 April lalu. Padahal selama ini, pengangkatan bangkai kapal selalu diserukan dan menjadi permintaan utama keluarga korban. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru