Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

1,5 Juta Korban Genosida di Armenia akan Disucikan

- Jumat, 24 April 2015 16:18 WIB
482 view
1,5 Juta Korban Genosida di Armenia akan Disucikan
SIB/AP Photo/Sergei Grits
Warga Armenia berkumpul untuk meletakkan karangan bunga di tugu memperingati korban pembunuhan massal di Yerevan, Kamis (23/4). Armenia akan menyujikan 1,5 juta korban pembunuhan oleh kerajaan Ottoman.
Yerevan (SIB)- Gereja Armenia pada Kamis menyiapkan diri untuk menyucikan 1,5 juta korban pembantaian massal yang terjadi di era Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), di tengah ketegangan dengan Turki yang hingga kini masih menolak menyebutnya sebagai genosida.

Upacara yang akan menjadi penyucian terbesar dalam sejarah itu diselenggarakan menjelang peringatan 100 tahun pembantaian massal pada Jumat pagi yang akan dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan jutaan warga.

"Pada 23 April... Upacara penyucian terhadap Korban Genosida Armenia akan diselenggarakan," kata Gereja Apostolik Armenia sambil menyeru jamaat di negara tersebut untuk terlibat dalam "acara bersejarah" tersebut.

Upacara penyucian akan dilakukan pada Kamis malam waktu setempat di gereja utama Armenia, Echmiadzin, sebuah gedung berusia empat abad yang dipercaya sebagai katedral Kristen tertua di dunia.

Setelah upacara yang akan dipimpin oleh Pendeta Karekin II selesai, lonceng-lonceng gereja Armenia di seluruh dunia akan dibunyikan dan kemudian diikuti oleh satu menit mengheningkan cipta.

Dalam penyucian korban pembunuhan massal itu, "pihak Gereja hanya akan mengakui apa yang sesungguhnya terjadi, yaitu genosida," kata Karekin II menjelang acara yang disebut oleh harian Christian Today sebagai "upacara keagamaan terbesar dalam sejarah."

Armenia dan warganya yang tersebar di berbagai belahan dunia sudah sejak lama berjuang untuk mendapat pengakuan dunia atas pembantaian massal yang diduga dilakukan oleh pasukan Kesultanan Utsmaniyah (atau juga dikenal sebagai Kekhalifahan Ottoman) pada masa Perang Dunia I antara tahun 1915 dan 1917.

Namun Turki modern--yang merupakan penerus dari Kesultanan Utsmaniyah--menolak mengakuinya sebagai genosida.

Ankara mengatakan bahwa jumlah korban perang sipil dari pihak Armenia dan Turki--yang terjadi saat Armenia mengangkat senjata melawan kekuasaan Ottoman dan berpihak pada tentara Rusia--berjumlah sama, yaitu sekitar 300.000 sampai 500.000 jiwa.(Ant/AFP/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru