Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Bocorkan Rahasia Negara, Mantan Direktur CIA Divonis 2 Tahun Percobaan

- Sabtu, 25 April 2015 16:08 WIB
235 view
Bocorkan Rahasia Negara, Mantan Direktur CIA Divonis 2 Tahun Percobaan
North Carolina (SIB)- Mantan Direktur CIA David Petraeus dijatuhi vonis 2 tahun hukuman percobaan karena bersalah membocorkan informasi rahasia. Petraeus yang mantan komandan militer AS ini, juga diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$ 100 ribu atau setara Rp 1,2 miliar.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini meminta maaf kepada publik atas perbuatannya, saat mengakui kesalahannya di pengadilan federal Charlotte, North Carolina. Petraeus mengakui dirinya memberikan informasi rahasia kepada wanita simpanannya, yang menulis biografi dirinya.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/4), Petraeus sepakat dirinya bersalah atas kejahatan ringan memindahkan dan menyimpan informasi rahasia. Hakim David Keesler menaikkan hukuman denda bagi Petraeus dari US$ 40 ribu menjadi US$ 100 ribu, untuk menunjukkan tingginya pelanggaran hukum yang dilakukan dan memberi efek jera. "Ini menunjukkan keseriusan persidangan," sebut hakim Keesler.

Pengakuan Petraeus menjadi momen memalukan bagi kehidupan pria yang dianggap salah satu pemimpin militer terbaik pada generasinya. Petraeus yang dikenal sebagai pakar pemberontakan ini merupakan lulusan program doktor Princeton University, dan memegang jabatan penting sebagai komandan militer AS selama pertempuran AS di Irak dan Afghanistan. Dia juga pernah dicalonkan sebagai kandidat wakil presiden dan presiden dalam pemilu AS.

Petraeus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur CIA pada tahun 2012 lalu, setelah terungkap bahwa dia berselingkuh dengan penulis biografinya, Paula Broadwell yang seorang perwira tentara cadangan AS. Hadir dalam persidangan dengan mengenakan setelan jas warna gelap, Petraeus sama sekali tidak menunjukkan emosi ketika membaca pernyataannya. Dia didampingi oleh tiga pengacaranya dan datang tanpa keluarganya.

"Hari ini menandai akhir persidangan selama 2,5 tahun yang disebabkan oleh kesalahan yang saya lakukan," ucap Petraeus kepada wartawan setempat, usai persidangan. "Seperti yang saya lakukan sebelumnya, saya meminta maaf kepada orang-orang dekat saya dan banyak orang lainnya," imbuhnya. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru