Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Warga AS dan Italia Tewas Akibat Serangan Drone, Obama Minta Maaf

- Sabtu, 25 April 2015 16:15 WIB
196 view
Warga AS dan Italia Tewas Akibat Serangan Drone, Obama Minta Maaf
Washington (SIB)- Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengakui bahwa serangan pesawat tak berawak (drone) AS di Pakistan, dekat perbatasan Afghanistan, secara tak sengaja telah menewaskan seorang warga Amerika dan seorang warga Italia. Keduanya telah disandera kelompok Al-Qaeda selama bertahun-tahun.

Presiden AS Barack Obama meminta maaf atas insiden tersebut. Obama menyatakan, dirinya bertanggung jawab penuh atas semua operasi kontraterorisme, termasuk insiden tragis tersebut. Dikatakan Obama, dirinya telah memerintahkan peninjauan menyeluruh atas insiden tersebut guna memastikan kesalahan serupa tidak terulang lagi.

"Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi. Atas nama pemerintah AS, saya menyampaikan permintaan maaf paling mendalam kami untuk keluarga," kata Obama di depan para wartawan di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (24/4).

"Penilaian awal kami menunjukkan operasi ini sepenuhnya sejalan dengan garis panduan yang menjadi landasan kami melancarkan upaya kontra-teror di wilayah itu, yang telah menjadi pusat perhatian kami selama bertahun-tahun, sebab itu adalah rumah pemimpin Al-Qaida, dan berdasarkan informasi intelijen yang telah kami peroleh pada saat itu, termasuk ratusan jam pengawasan," kata Obama.

Serangan pesawat tak berawak AS pada Januari 2015 tersebut sebenarnya menargetkan markas Al-Qaeda. Namun warga AS, Warren Weinstein (73) dan warga Italia, Giovanni Lo Porto, yang disandera Al-Qaeda ikut tewas dalam serangan drone AS tersebut.

Meskipun menegaskan bahwa informasi intelijen mengenai tempat tersebut sebagai kompleks Al-Qaida tepat, Obama mengakui Angkatan Darat AS melakukan kesalahan dengan menduga bahwa "tak ada warga sipil di sana". "Apa yang tidak kami ketahui, secara tragis, adalah Al-Qaida menyembunyikan keberadaan Warren dan Giovanni di kompleks yang sama," katanya. Ia menambahkan ia sudah menginstruksikan kajian penuh mengenai peristiwa tersebut.

Weinstein telah disandera Al-Qaeda sejak tahun 2011, sementara Lo Porto menghilang di Pakistan sejak tahun 2012. Serangan drone AS saat itu juga menewaskan Ahmed Farouq, warga Amerika yang menjadi salah satu tokoh Al-Qaeda. Gedung Putih menyatakan, keluarga Weinstein dan Lo Porto akan menerima kompensasi dari pemerintah AS.

Weinstein diculik di Lahore, Pakistan, saat bekerja sebagai kontraktor untuk badan U.S. Agency for International Development. Kelompok Al Qaeda telah menuntut pembebasan anggota Al-Qaeda di AS sebagai ganti pembebasan Weinstein. Weinstein yang tinggal di Rockville, Maryland, muncul di video-video yang dirilis pada Mei 2012 dan Desember 2013. Dalam video itu, dia meminta Obama turun tangan untuk menyelamatkan dirinya.

Istri Weinstein, Elaine sangat bersedih atas kematian suaminya. Wanita itu mengkritik pemerintah AS atas bantuan yang tidak konsisten dan mengecewakan selama penyekapan suaminya. Dikatakan Elaine, Presiden AS Barack Obama telah menelepon dirinya pada Rabu, 22 April waktu setempat.

"Kami harap kematian suami saya dan lainnya yang mengalami tragedi serupa dalam beberapa bulan ini, pada akhirnya akan mendorong pemerintah AS bertanggung jawab secara serius dan melakukan pendekatan terpadu dan konsisten untuk mendukung para sandera dan keluarga mereka," tutur Elaine dalam statemennya. Menurut anggota Kongres AS, John Delaney dan para anggota parlemen lainnya, pemerintah AS perlu bekerja lebih baik lagi dalam menangani kasus-kasus penyanderaan warga AS. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru