Kathmandu (SIB)- Gempa susulan terjadi di Nepal setelah gempa 7,9 SR pada Sabtu (25/4) kemarin. Seperti dilaporkan AFP, Minggu (26/4), gempa susulan itu berkekuatan 6,7 SR. Pusat pemantauan bencana AS merekam kekuatan gempa itu. Belum diketahui efek dari gempa susulan tersebut. Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,9 SR di Nepal mencapai 2.000 orang. Korban tewas terdapat di berbagai wilayah.
Salah seorang pejabat pemerintahan di Himalaya dan wilayah-wilayah tetangga mengkonfirmasi jumlah tersebut. Juru bicara kepolisian Nepal, Kemal Singh, mengatakan jumlah yang tewas di Nepal meningkat mencapai 1.953 orang dan pejabat dari India mengatakan jumlah tersebut bertambah 53 orang. Media China mengatakan 17 orang tewas di wilayah Tibet.
Nepal mendesak negara-negara di dunia untuk mengirimkan bantuan guna menolong negara itu mengatasi dampak bencana alam menyusul gempa dahsyat yang memporak-porandakan negara di pegunungan Himalaya tersebut. Para penyelamat sendiri menggunakan tangan kosong untuk menolong para korban yang tertimbun reruntuhan.
Ribuan orang melawan udara yang membeku untuk tidur di jalan-jalan, taman atau lapangan di lembah Kathmandu yang padat, karena takut kembali ke rumah mereka yang dirusakkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang bumi Sabtu tengah hari kemarin. "Kami telah melancarkan rencana aksi penyelamatan dan rehabilitasi massif serta banyak hal yang mesti dilakukan," kata Menteri Informasi dan Penyiaran Minendra Rijal. "Negara kami tengah berada dalam momen krisis dan kami membutuhkan pertolongan dan bantuan yang luar biasa," kata dia kepada televisi India.
Para pendaki gunung asing dan para pemandu lokalnya dari Nepal di sekitar Gunung Everest terjebak oleh gempa dan longsor hebat. Beberapa di antaranya bergegas ke media sosial untuk mengirimkan pesan meminta bantuan dalam nada putus asa, dan mengingatkan banyak orang yang tewas. Rumah sakit-rumah sakit di seluruh penjuru negeri miskin berpenduduk 28 juta itu berjuang mengatasi korban mati dan terluka akibat gempa terkuat di Nepal dalam 81 tahun terakhir itu.
Kurangnya peralatan membuat tim penyelamat tidak bisa lebih jauh lagi mencari tanda-tanda korban yang masih hidup. Rumah Sakit Bir di Kathmandu sejauh ini telah menerima 300 sampai 350 pasien dengan luka serius, dan kebanyakan sudah meninggal dunia, kata paramedis Dinesh Chaudhary.
Dia mengatakan rumah sakit itu kehabisan pasokan obat dan memesan obat-obatan dari toko-toko di luar rumah sakit. "Akan semakin banyak pasien yang datang besok karena hanya bagian reruntuhan yang paling kecil saja yang bisa dibersihkan," kata dia.
Ramesh Pokharel, staf Rumah Sakit Bhaktapur di pinggiran Kathmandu, mengatakan sekitar 50 jenazah digeletakkan di luar rumah sakit. Para dokter merawat pasien-pasien di tenda-tenda di depan gedung utama Rumah Sakit Bhaktapur, dan para staf terlalu sibuk mencatat atau mendaftar nama-nama korban. "Kacau di sini," kata Pokharel seperti dikutip Reuters.
100 Pendaki Terjebak
Sekitar 100 pendaki diperkirakan terjebak di base camp 1 dan 2 di Puncak Everest setelah Nepal diguncang gempa berkekuatan 7.9 SR. Para pendaki itu selamat setelah terjadi longsor salju usai gempa. Seperti diberitakan Reuters, Minggu (26/4). Pemerintah Nepal menemukan 17 jasad yang terkubur di base camp gunung everest, Nepal setelah negara itu diguncang gempa berkekuatan 7.9 SR. Seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Minggu (26/4), kejadian di Everest merupakan kejadian terburuk dalam sejarah pendakian di puncak tertinggi dunia tersebut.
Menurut Presiden Nepal Mountaineering Association (NMA) Ang Tshering Sherpa mengatakan 61 Orang dikabarkan terluka saat imbas guncangan gempa yang membuat gelombang salju turun dari puncak. Hingga pada Minggu pagi tadi waktu setempat, pemerintah Nepal masih berusaha melakukan evakuasi para korban dengan helikopter dari Kathmandu. Sayangnya, penerbangan itu tertunda karena cuaca buruk. "Kami berdoa juga kepada semua orang yang telah kehilangan nyawa mereka," ujar pihak pemerintah Nepal.
Pejabat Kementerian Pariwisata memperkirakan sekitar 1.000 pendaki, termasuk sekitar 400 orang asing yang berada di base camp Everest saat gempa terjadi. Bulan April di Everest adalah waktu paling populer didatangi oleh para pendaki untuk menaklukkan puncak setinggi 8.850 meter itu, karena pada bulan Mei masuk dalam musim. Pada tahun 2014 lalu, longsoran salju menewaskan 16 pemandu Nepal.
Presiden Nepal Mountaineering Association (NMA) Ang Tshering Sherpa mengatakan akan sulit melakukan evakuasi para pendaki karena jalur kembali ke basecamp telah tertutup akibat longsor salju.
Dia menyebut Longsoran salju sempat menghantam sebagian base camp. Sementara itu, Salah seorang pemandu, Shinji Tamura mengatakan sekitar 40 orang terluka akibat longsoran salju yang disebabkan oleh gempa yang mengguncang Nepal kemarin. Gempa di Nepal telah menewaskan sekitar 1.800 orang. "Tidak ada yang tahu berapa banyak yang hilang," kata Shinji.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menerima informasi 3 WNI pendaki gunung Everest selamat saat gempa terjadi. "Kita dapat informasi 3 orang yang teridentifikasi selamat dan keluarga sudah menghubungi," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemlu, Lalu M Iqbal.
Lalu belum mendapatkan identitas ketiga pendaki tersebut. Mengenai ada atau tidaknya rombongan pendaki gunung WNI lainnya yang berada di lokasi, Lalu belum dapat memastikan lebih jauh. "Kita belum dapat informasi dari 3 orang yang selamat itu siapa dan asal mana saja. Kita juga belum tahu ada atau tidaknya rombongan lain," sambungnya.
Gempa Paling Dashyat di Nepal dalam 81 TahunNepal terbilang negara yang rawan terhadap gempa bumi. Pasalnya, negara yang tak punya kawasan laut itu berada di lingkaran pegunungan aktif, antara lempeng tektonik India dan Tibet. Gempa dengan kekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang melanda Nepal hari ini sekitar pukul 11.20 waktu setempat sejatinya bukan yang pertama. Gempa paling dahsyat setelah gempa tahun 1934 yang menewaskan lebih dari 16.000 orang di Nepal dan India.
Berikut daftar gempa besar yang pernah mengguncang negeri Himalaya ini:
1. 15 Januari 1934Gempa berkekuatan 8,0 SR dikenal sebagai salah satu gempa paling dashyat dalam sejarah negeri ini. Gempa yang dikenal juga sebagai Gempa Bihar-Nepal ini mnewaskan lebih dari 16.000 orang di Nepal dan India. Selain itu, gempa juga merobohkan sejumlah bangunan bersejarah termasuk Menara historis Dharahara yang kemudian dibangun kembali namun kembali roboh dalam gempa hari ini
2. 29 Juli 1980Gempa 6,5 SR di sebelah barat Nepal menewaskan lebih dari seratus penduduk, merobohkan ribuan bangunan dan ikut menewaskan hewan-hewan ternak.
3. 20 Agustus 1988Kali ini gempa menggoyang perbatasan India dan Nepal. Lebih dari 1.000 orang di kedua negara tewas akibat gempa dengan kekuatan 6,8 SR ini. Kekuatan gempa bahkan dirasakan hingga ibukota India New Delhi, Bangladesh, hingga Myanmar.
4. 18 September 2011Gempa berkekuatan 6,9 SR menewaskan 16 orang di India dan Nepal. Sejumlah bangunan hancur.
5. 25 April 2015Gempa berkekuatan 7,9 SR yang melanda Nepal hari ini sekitar pukul 11.20 waktu setempat sementara sudah menewaskan 876 orang di mana dikhawatirkan angka akan terus meningkat.
Selain gempa-gempa besar di atas, negara di pegunungan Himalaya ini juga kerap diguncang gempa berkekuatan kecil. Seperti tahun 1993 gempa ringan di bagian tengah dan barat negara yang dulunya berbentuk monarki konstitusional ini, menewaskan seorang warga. Kemudian tahun 2001 gempa ringan menewaskan 2 orang, tahun 2002, lebih dari 50 orang terluka, dan tahun 2003, gempa menewaskan 2 orang.
(AFP/dtc/Rtr/R17/c)