Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Tiongkok "Sangat Prihatin" Terhadap Pernyataan ASEAN Soal Sengketa Laut

- Rabu, 29 April 2015 13:55 WIB
152 view
Tiongkok
Beijing (SIB)- Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Selasa (28/4) mengatakan "sangat prihatin" setelah pemimpin negara ASEAN menyatakan keberatan atas tindakan Beijing mengeruk sejumlah bagian Laut Tiongkok Selatan, yang kepemilikannya masih disengketakan.

Pengerukan oleh Beijing di Laut Tiongkok Selatan menjadi sumber ketegangan baru dengan sejumlah negara Asia Tenggara, yang juga menyatakan kepemilikan di wilayah sama.

Sebelumnya, 10 pemimpin negara anggota ASEAN, yang bertemu di Kualalumpur, menyatakan pengerukan oleh Beijing "mengikis kepercayaan dan berpeluang merusak perdamaian, keamanan, dan ketenangan di Laut Tiongkok Selatan".

Saat menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei mengatakan bahwa negaranya "sangat prihatin" terhadap cara ASEAN menangani persoalan sengketa wilayah tersebut.

Hong menegaskan bahwa persoalan di Laut Tiongkok Selatan bukan merupakan urusan antara Beijing dengan ASEAN.

"Dalam persoalan ini, Tiongkok telah sangat menahan diri," kata dia sambil mengulangi bahwa persoalan sengketa harus diselesaikan secara bilateral antara negara-negara terkait.

Hong juga menambahkan bahwa selama ini tidak ada persoalan kebebasan berlayar sebagaimana dinyatakan oleh para pemimpin ASEAN.

Pada Senin di hadapan kepala negara ASEAN, Presiden Filipina Benigno Aquino menyatakan bahwa "reklamasi besar-besaran" yang dilakukan Tiongkok adalah bentuk ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Hong membantah tuduhan Aquino dengan mengatakan bahwa Beijing berhak membangun pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan.

"Tiongkok sangat mengecam tindakan negara-negara tertentu yang menyatakan hal buruk tentang kami, demi kepentingan sendiri dan berakibat memburuknya hubungan antara Tiongkok dengan ASEAN," kata Hong.

Tiongkok sendiri mengklaim 90 persen wilayah di Laut Tiongkok Selatan yang dipercaya kaya akan minyak dan gas. Negara tersebut bersengketa dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.

Sejumlah foto satelit baru-baru ini menunjukkan betapa cepatnya pembangunan landasan pacu pesawat militer di atas pulau buatan yang terletak di atas wilayah sengketa.

Meski sejumlah negara lain juga pernah melakukan hal yang sama, upaya Tiongkok dinilai merupakan yang paling besar dan dramatis. (Ant/Rtr/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru