Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Nepal Minta Tim Asing Pencari dan Penyelamat Korban Gempa Tidak Datang

- Kamis, 30 April 2015 11:00 WIB
318 view
Nepal Minta Tim Asing Pencari dan Penyelamat Korban Gempa Tidak Datang
SIB/Rtr
Warga korban gempa berbaris di satu pinggir jalan, Rabu (29/4) menunggu bus yang akan membawa mereka pulang ke kampung halaman masing-masing. Pemerintah Nepal minta tim asing tidak datang ke negara yang porak-poranda dilanda gempa tersebut.
Kathmandu (SIB)- Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa di Nepal terus berlangsung. Namun pemerintah Nepal telah memberitahu agar tim pencari dan penyelamat asing tidak datang ke negeri itu. Alasannya, jumlah tim yang telah berada di daerah-daerah bencana saat ini sudah cukup.

Hal tersebut disampaikan seorang pejabat senior PBB, Jamie McGoldric yang mengurusi masalah Nepal. Dikatakannya, penjabat Nepal telah memutuskan bahwa jumlah ahli-ahli asing yang berada di ibukota Kathmandu dan sekitarnya sudah cukup. "Mereka merasa punya kapasitas yang cukup untuk menangani kebutuhan-kebutuhan mendesak dalam pencarian dan penyelamatan," ujar McGoldric seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (29/4). "Mereka yang sudah berada dalam perjalanan bisa datang namun yang lainnya diberitahu untuk tidak datang," imbuhnya.

Sejauh ini, jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat di Nepal telah mencapai lebih dari 5 ribu orang. Menurut pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, saat ini sudah 5.006 nyawa melayang akibat gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) pada Sabtu, 25 April tersebut. Jumlah korban jiwa tersebut meningkat 300 orang dari angka resmi yang sebelumnya disampaikan pemerintah Nepal pada Selasa (28/4). Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala telah mengatakan, jumlah korban tewas akibat gempa terburuk di Nepal dalam 8 dekade ini, diperkirakan akan bisa mencapai 10 ribu jiwa.

36 Jam Terjebak

Seorang wanita di Nepal berhasil diselamatkan setelah 36 jam terjebak di puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa bumi 7,9 Skala Richter (SR). Ibu dari empat anak ini berhasil selamat tanpa luka apapun. Tanka Maya Sitoula (40) berada di dalam apartemennya pada Sabtu (25/4) ketika gempa melanda dan merobohkan gedung lima lantai yang ada di sekeliling apartemennya, yang ada di lantai dasar. Demikian seperti dilansir CNN, Rabu (29/4).

Sitoula mampu bertahan selama 36 jam terjebak di dalam celah yang ada di lantai dasar, sebelum akhirnya diselamatkan tim penyelamat dari India.

Ajaibnya, Sitoula berhasil selamat tanpa mengalami luka sedikitpun, karena dia terlindungi sebuah balok yang menahan dirinya tertimpa puing. Berbicara kepada CNN melalui seorang penerjemah, Sitoula menuturkan dirinya tetap yakin akan bisa selamat meskipun dalam kondisi terjebak di bawah puing-puing. "Saya mendengar ada orang bersuara di luar, jadi saya pikir saya akan bisa diselamatkan," ucapnya. "Saya yakin bahwa orang-orang ada di luar dan saya bisa diselamatkan," imbuh Sitoula.

Apa yang dilakukannya selama 36 jam? "Saya hanya berbaring. Tidak ada cukup ruang untuk bergerak," jawabnya. Suami Sitoula, Mahendra yang berprofesi sebagai tukang daging, menceritakan bagaimana dirinya mencari bantuan selama berjam-jam setelah gempa terjadi. Mahendra mengaku dirinya mendengar teriakan istrinya dari balik puing-puing bangunan yang roboh. "Saya yakin dia ada di sana. Saya tidak pernah berhenti memanggilnya. Dan juga dari bawah, dia membuat suara dan saya bisa mendengarnya," tuturnya.

Dibutuhkan waktu 18 jam sebelum akhirnya bantuan datang dan dibutuhkan 18 jam tambahan untuk menyelamatkan Sitoula. "Saya meminta bantuan kepada orang-orang. Polisi lalu lintas, siapa saja yang saya temui. Namun yang terjadi adalah tidak ada peralatan untuk memotong puing besi," terangnya. Akhirnya, tim penyelamat dari India datang dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Selama proses penyelamatan istrinya, Mahendra tidak pernah kehilangan harapan.  "Saya yakin istri saya selamat dan sehat," tandas Mahendra. (AFP/CNN/dtc/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru