Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Pangeran Charles Menari Tarian Tradisional Saudi

- Jumat, 21 Februari 2014 14:03 WIB
278 view
 Pangeran Charles Menari Tarian Tradisional Saudi
Riyadh (SIB)- Ada hal yang tidak biasa yang dilakukan oleh Pangeran Inggris, Charles. Pada Rabu malam (19/2/2014), Charles tengah berada di sebuah stadion di ibukota Riyadh dengan mengenakan pakaian tradisional Saudi, yang dikenal "Thobe".  Dilansir dari kantor berita BBC, Charles rupanya diundang oleh tuan rumah Pangeran Muqrin bin Adulaziz, yang sebelumnya pernah menjadi Kepala Intelijen Saudi, untuk ikut berpartisipasi dalam tarian pedang "Ardah".

Charles berpakaian khas Saudi, lengkap dengan pedang melengkung khas Timur Tengah. Dalam beberapa bagian tarian, dia mengacungkan pedang tersebut ke udara lalu memanggulnya di pundak. Tarian tersebut ditampilkan sebagai bagian dari Festival Janadriyah, sebuah acara tahunan yang berlangsung selama 17 hari. Saat berkunjung ke Saudi, festival itu sedang berlangsung di ibukota Riyadh.

Charles saat ini sedang dalam kunjungan kerja ke beberapa negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Qatar atas permintaan Kementerian Luar Negeri Inggris. Ini merupakan kunjungan resmi Charles yang ke-10 ke Saudi, sejak tahun 1986 silam. Kali terakhir dia berkunjung ke dua negara itu pada tahun 2013 kemarin.

Menurut pernyataan resmi dari Istana Buckingham, Charles dijadwalkan juga akan bertemu dengan Raja Saudi, sebelum bertolak ke Qatar. Duta Besar Inggris untuk Saudi, Jon Jenkins, mengatakan sebelumnya, tujuan kunjungan Pangeran Wales itu, untuk membicarakan soal rekonsiliasi di kawasan dan harapan dia untuk masa depan di sana.

Namun, kelompok Amnesti Internasional juga berharap saat berkunjung ke Saudi, Charles juga membahas isu terkait hak asasi manusia. Pasalnya, Saudi kerap dikritik karena keenganannya menoleransi perbedaan politik, kurang terbuka dan adilnya sistem hukum serta masih adanya diskriminasi hukuman mati. "Apabila kesempatan untuk berbicara terus terang soal hak asasi manusia terbuka, tentu kami berharap Charles menggunakannya," ungkap perwakilan Amnesti Internasional, Allan Hogarth. (BBC/vvn/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru