Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Nepal Butuh Rp 26 Triliun untuk Pembangunan Kembali

- Sabtu, 02 Mei 2015 10:22 WIB
225 view
Nepal Butuh Rp 26 Triliun untuk Pembangunan Kembali
Kathmandu (SIB)- Pemerintah Nepal, Jumat (1/5), mengatakan korban tewas gempa dahsyat yang mengguncang negara itu kini sudah melampaui 6.200 jiwa dan hampir 14.000 orang yang terluka. Tim penyelamat masih terus menemukan jasad korban enam hari setelah gempa 7,9 Skala Richter mengguncang negeri Pegunungan Himalaya berpenduduk 28 juta orang tersebut pada akhir pekan lalu.

Terus ditemukannya jasad korban yang sebagian besar sudah membusuk menjadi problem tersendiri dan pemerintah memerintahkan jasad-jasad itu segera dikremasi. "Kamar-kamar mayat sudah tak mampu menampung tambahan jasad lagi dan kami sudah memberikan perintah agar jasad-jasad korban yang baru ditemukan langsung dikremasi," kata Raman Lal, seorang perwira paramiliter India yang bekerja dengan militer Nepal.

Sementara itu, bantuan masih sangat lamban mencapai sejumlah kota dan desa terpencil di pegunungan. Banyak korban gempa yang harus tidur di alam terbuka, akibat sekitar 600.000 rumah yang hancur atau rusak berat. Menteri Keuangan Nepal Ram Sharan Mahat mengatakan, negeri itu butuh dana setidaknya 2 juta dolar AS atau hampir Rp 26 triliun untuk membangun kembali rumah penduduk, rumah sakit, kantor pemerintah dan bangunan bersejarah. "Angka ini barulah perkiraan awal dan membutuhkan waktu untuk mengevaluasi kerusakan dan menghitung biaya pembangunan kembali," ujar Mahat.

Sementara itu, Menteri Informasi Nepal Minendra Rijal mengatakan pemerintah akan menyediakan kompensasi sebesar 1.000 dolar AS untuk warga yang anggota keluarganya menjadi korban tewas bencana ini ditambah 400 dolar AS untuk biaya kremasi atau pemakaman. PM Sushil Koirala awal pekan ini sempat mengatakan korban tewas gempa kali ini bisa mencapai 10.000 orang. Angka itu melampaui korban tewas sebanyak 8.500 orang saat negeri itu dihantam gempa dahsyat pada 1934.

6.204 Nyawa

Korban jiwa akibat gempa dahsyat di Nepal terus bertambah. Sejauh ini, sebanyak 6.204 orang dipastikan telah tewas menyusul gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) tersebut. Angka terbaru tersebut disampaikan Pusat Operasi Darurat Nasional Nepal seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/5).

Disebutkan bahwa sebanyak 13.932 orang lainnya mengalami luka-luka dalam bencana gempa yang terjadi pada Sabtu, 25 April lalu. Lebih dari 100 orang di negara tetangga India dan China juga tewas akibat gempa tersebut. Palang Merah Internasional telah menyatakan adanya "kehancuran total" di wilayah-wilayah terpencil yang berada di dekat pusat gempa. Gempa ini merupakan gempa paling dahsyat yang pernah melanda Nepal dalam kurun waktu 81 tahun terakhir.

Menurut PBB, sekitar 8 juta orang terkena dampak cukup besar akibat gempa bumi yang melanda Nepal. PBB juga menyerukan dibutuhkannya bantuan kemanusiaan segera untuk korban gempa, mulai dari terpal dan air bersih hingga sabun dan obat-obatan. "Menurut penghitungan awal dan didasarkan pada pemetaan gempa, sekitar 8 juta orang di sebanyak 39 distrik terkena dampak, dan lebih dari 3 juta orang hidup di 11 distrik yang terdampak paling parah," demikian pernyataan UN Office of the Resident Coordinator, seperti dilansir Reuters.

Goyang Papua

Gempa bumi menggoyang wilayah Papua Nugini. Gempa tersebut tercatat berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR). Belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat gempa yang terjadi sekitar 110 kilometer barat daya kota Kokopo. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/5). Gempa ini terjadi kurang dari sehari setelah gempa berkekuatan 6,7 SR menggoyang wilayah tersebut. Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, gempa ini berpusat sekitar 689 kilometer sebelah timur laut ibukota Port Moresby, di wilayah New Britain. Gempa terjadi pada kedalaman 53 kilometer. Menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik, tak ada peringatan tsunami atas gempa ini. (AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru