Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

ISIS Bunuh Ratusan Tahanan Warga Yazidi

- Senin, 04 Mei 2015 12:56 WIB
291 view
ISIS Bunuh Ratusan Tahanan Warga Yazidi
Baghdad (SIB)- Ratusan warga minoritas Yazidi yang ditahan akhirnya tewas dibunuh kelompok ISIS, di bagian barat Kota Mosul, seperti disampaikan pejabat Irak dan Yazidi. Pernyataan yang dirilis Partai Kemajuan Yazidi menyebutkan, 300 tahanan tewas dibunuh pada Jumat (1/5) di distrik Tal Afar, dekat Kota Mosul. Wakil Presiden Irak Osama al-Nujaifi menjelaskan laporan mengenai kematian warga minoritas Yazidi itu sebagai tindakan "mengerikan dan barbar".

Partai Kemajuan Yazidi dalam keterangan resmi yang dimuat dalam situs Kurdish Shafaq News mengecam insiden terakhir sebagai "kejahatan yang kejam" dan meminta pasukan Irak untuk membebaskan tahanan ISIS. Ribuan anggota agama minoritas ditangkap pada tahun lalu.

Editor urusan Timur Tengah BBC, melaporkan bahwa sejumlah hal tak diketahui, yakni bagaimana mereka dibunuh, atau mengapa kejadian itu baru terjadi sekarang. Menurut laporan, banyak warga minoritas yang ditahan di Mosul, yang merupakan wilayah kekuasaan ISIS setelah kelompok militan ini menduduki kawasan utara dan barat Irak, serta bagian timur Suriah pada 2014 lalu.

Yazidis, yang merupakan bagian dari beberapa agama dan kepercayaan, dimusuhi oleh ISIS. Ribuan warga minoritas Yazidi mengungsi ke kawasan utara yang dikuasai oleh etnis Kurdi setelah ISIS mengambil alih distrik Sinjar di Provinsi Nineveh yang secara mayoritas dihuni warga Yazidi. Pada Januari lalu, ISIS membebaskan 200 orang yang merupakan penganut Yazidi—sebagian besar orang tua—ke tangan pasukan Kurdi di dekat kota Kirkuk.

Sementara itu pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi, yang dilaporkan terluka parah oleh serangan udara AS di Irak diperkirakan tidak pernah lagi bisa melanjutkan kepemimpinannya atas kelompok itu. Berdasarkan laporan di The Guardian, Baghdadi telah lumpuh sejak 18 Maret karena kerusakan tulang belakang. Cedera tersebut dideritanya ketika serangan udara AS menghantam konvoi tiga mobil yang membawa dia bepergian di wilayah Al-Baaj di Niniwe, dekat perbatasan Suriah.
Baghdadi kini tegah dirawat dua dokter yang secara ideologis bersimpati terhadap ISIS. Kedua dokter itu berangkat dari Mosul, basis ISIS di Irak, ke tempat persembunyian Baghdadi. Lokasi keberadaan Baghdadi tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat. Luka Baghdadi pada awalnya dikatakan mengancam nyawanya. Kondisi lukanya itu kemudian mendorong pertemuan mendesak di antara para petinggi ISIS untuk menunjuk penggantinya.

Pengendalian operasional ISIS dilaporkan telah diserahkan kepada Abu Alaa al-Afri, profesor fisika dan pejabat senior, yang telah ditunjuk sebagai wakil pemimpin ketika pendahulunya tewas akibat sebuah serangan udara lain pada akhir lalu tahun. Afri, juga dikenal sebagai Haji Iman, diduga berada di kota Tal Afar di Irak barat laut. Dia dilaporkan telah membangun rasa  hormat yang solid di antara para pemimpinan senior ISIS.

Afri diduga telah bertindak sebagai penghubung antara Baghdadi, lingkaran dalamnya, dan jaringan emir ISIS di provinsi di seluruh khalifah yang telah dideklarasikan, yang mencakup sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.

Hisham al-Hashimi, penasihat senior tentang ISIS di pemerintah Irak menjelaskan Afri sebagai "orang terkuat di ISIS setelah Baghdadi". "Cedera Baghdadi tidak mempengaruhi operasi, tetapi (penggantiannya) bisa dilihat sebagai awal dari sengketa antara petempur asing ISIS dan petempur yang asal Irak," kata Hishimi.

Baghdadi telah menjadi tokoh penting dalam munculnya ISIS. "Langkah strategis besar mereka semuanya telah didalangi Baghdadi, bahkan jika orang-orang lain pun telah membantu secara  spesifik," kata Jawad Al-Aymenn Tamimi, peneliti di Middle East Forum.

Afri diketahui lebih terbuka terhadap prospek rekonsiliasi antara ISIS dan Jabhat al-Nusra, kelompok saingan, sebuah kelompok afiliasia Al Qaeda di Suriah yang telah menyebabkan pasukan pemberontak meraih kemenangan mengesankan dalam beberapa bulan terakhir.

Komunike terakhir yang diketahui bertuliskan nama Baghdadi muncul pekan lalu. Komunike itu menyerukan kepada kaum militan untuk mengirim bala bantuan ke garis depan di Provinsi Anbar dan Salahedin di Irak. Operasi di dalam kelompok teror tidak jelas, dan tidak diketahui pejabat ISIS mana yang bertanggung jawab atas pesan tersebut. (BBC/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru