Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Diduga Terlibat Penyeludupan Manusia, 3 Pejabat Thailand Ditahan

* Polisi Thailand Kembali Temukan Kuburan Massal Imigran Gelap
- Rabu, 06 Mei 2015 18:40 WIB
390 view
Diduga Terlibat Penyeludupan Manusia, 3 Pejabat Thailand Ditahan
SIB/AP Photo/Sakchai Lalit
Tim forensik mengumpulkan sisa-sisa benda yang ditinggalkan di kamp imigran di Pegunungan Khao Kaew Mountain dekat perbatasan Thailand-Malaysia di Padang Besar, Selasa (5/5). Otoritas Thailand telah menangkap 3 pejabat yang diduga terlibat dalam perdagang
Bangkok (SIB)- Kepolisian Thailand, Senin (4/5), menahan tiga pejabat negeri itu dan seorang warga negara Myanmar dengan dugaan terlibat dalam penyelundupan manusia setelah jasad 26 orang imigran ditemukan di sebuah kuburan massal di Thailand selatan. Polisi menduga, puluhan jasad yang ditemukan dalam sebuah kamp yang ditinggalkan di dalam hutan distrik Sadao, Provinsi Songkhla, itu adalah para imigran asal Myanmar atau Banglades.
Terkait temuan ini, polisi Thailand menyatakan telah menahan tiga pejabat lokal Provinsi Songkhla dan menahan seorang pria Myanmar di Provinsi Nakhon Sri Thammarat. "Salah satu tersangka adalah anggota dewan perwakilan rakyat setempat dan dua lainnya adalah para asisten kepala desa," ujar seorang perwira senior kepolisian yang tak mau disebutkan namanya. Perwira polisi itu menambahkan, sebanyak empat surat penahanan terkait penemuan kuburan massal itu sudah diterbitkan. Namun, dia tak menerangkan detail surat perintah penahanan itu.

Sementara itu, Wakil Komandan Kepolisian Provinsi Nakhon Sri Thammarat Anuchon Chamart mengatakan, seorang pria Myanmar, Soe Naing alias Anwar, merupakan tokoh yang mengelola kamp penampungan di hutan dan yang mencari uang tebusan dalam sebuah operasi penyelundupan manusia. "Dia (Anwar) terlibat dalam penyelundupan para imigran Rohingya dari Myanmar melintasi Thailand menuju Indonesia atau Malaysia," ujar Anuchon.

Anuchon menambahkan, Anwar juga tengah diselidiki terkait dugaan penipuan setelah tidak membebaskan seorang imigran Rohingya yang hingga kini belum terlacak jejaknya meski sudah menerima uang tebusan sebesar 2.850 dollar AS.

Perbatasan Thailand dan Malaysia banyak digunakan para penyelundup manusia untuk membawa para imigran Rohingya dari Myanmar atau Banglades. Di wilayah itu, diketahui banyak terdapat kamp rahasia tempat para imigran itu ditampung hingga kerabat mereka memberikan tebusan.

Sementara itu otoritas Thailand kembali menemukan sejumlah kuburan imigran gelap di wilayahnya. Kuburan ini ditemukan dekat kamp penyelundupan manusia lainnya yang masih terletak di hutan yang sama dengan temuan sebelumnya. Pekan lalu, otoritas Thailand menemukan kuburan massal dengan sedikitnya 26 mayat terkubur di dalamnya. Kuburan massal ini ditemukan di dekat sebuah kamp perdagangan manusia yang sudah lama tidak terpakai di hutan yang berjarak 25 kilometer dari kota Padang Besar, Provinsi Songkhla, dekat perbatasan Malaysia. Mayat-mayat di kuburan massal itu diduga kuat para imigran gelap dari Myanmar dan juga Bangladesh.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/5), otoritas Thailand kembali mendapat temuan serupa yang berjarak sekitar 1 kilometer dari temuan sebelumnya. Sedikitnya ada lima kuburan yang ditemukan di area tersebut, pekan ini. "Kami menemukan kamp kedua, kemarin (4/5) malam," tutur juru bicara kepolisian nasional Thailand, Prawut Thavornsiri kepada wartawan setempat. "Kami juga menemukan lima makam, tapi belum bisa memastikan apakah ada mayat di dalamnya. Otoritas setempat akan memeriksanya lebih lanjut," imbuhnya.

Temuan ini kembali menyoroti kasus perdagangan dan penyelundupan manusia yang marak terjadi di Thailand, yang dianggap sebagai pusat perdagangan manusia untuk kawasan Asia. Selama ini, otoritas Thailand dianggap menutup mata terhadap kasus semacam ini.

Padahal banyak imigran gelap, yang sebagian besar etnis Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang nekat melalui perjalanan berbahaya melalui laut demi menghindari kekerasan dan penindasan di negara asal mereka. Imigran gelap yang melarikan diri itu biasanya berniat mencari pekerjaan di Malaysia dan juga Thailand.

Terkait temuan kamp perdagangan manusia dan temuan kuburan para imigran gelap sebelumnya, pihak berwenang Thailand telah menangkap tiga pejabat setempat dan seorang warga negara Myanmar. Polisi menyatakan mereka yang ditangkap dicurigai terlibat praktik perdagangan manusia dan penculikan dengan meminta tebusan. Polisi setempat menyatakan bahwa warga negara Myanmar bernama Soe Naing alias Anwar ditahan atas tuduhan pembunuhan, perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara. (Detikcom/kps/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru