London (SIB)- Partai Konservatif Inggris kembali memenangkan pemilihan umum berdasarkan hasil hitung cepat dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen. Sementara itu, Partai Buruh yang sebelumnya diprediksi akan terpaut tipis dengan Konservatif justru anjlok.
Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga NOP/MORI yang disiarkan oleh stasiun televisi BBC, ITV dan Sky menunjukkan Partai Konservatif pimpinan David Cameron mendapatkan 316 kursi, sementara Partai Buruh yang digawangi Ed Milliband dapat 239 kursi.
Partai Nasional Skotlandia, SNP, mendapatkan 58 kursi dan Liberal Demokrat 10 kursi, UKIP dan Partai Hijau masing-masing mendapat dua kursi, dari 650 kursi parlemen Westminster yang diperebutkan. Sejauh ini hasil hitung cepat terbukti akurat. Dengan hasil ini, Cameron akan kembali menjabat perdana menteri Inggris untuk lima tahun ke depan.
Sedangkan kemenangan kubu nasionalis ini akan mendorong rakyat Skotlandia untuk memaksakan referendum baru bagi kemerdekaan wilayah Inggris di bagian utara itu yang tahun lalu hanya kalah tipis satu suara. Selama kampanye SNP yang berhaluan kiri-tengah menawarkan koalisi dengan Partai Buruh untuk menumbangkan Partai Konservatif, namun Ed Miliband menepis tawaran itu karena partainya bisa menjadi pemenang mayoritas.
"Kami sudah lama diperingatkan bahwa suara untuk NSP akan berisiko pada naik berkuasanya lagi Konservatif," kata juru bicara keuangan Partai Buruh Ed Balls. Bangkitnya NSP hanya terjadi beberapa bulan setelah referendum kemerdekaan Skotlandia dari Inggris Raya ditolak dengan angka tipis di Skotlandia. Sejak itu banyak orang Skotlandia yang menjaga jarak dari Partai Buruh yang secara tradisional punya landasan kuat di Skotlandia, karena partai itu menjadi makin jauh dari kiri dan lebih dekat ke pemikiran kubu Konservatif
Dalam kampanye, Konservatif mencitrakan dirinya sebagai partai pemberi lapangan pekerjaan dan pemulihan ekonomi bagi Inggris, menjanjikan pengurangan pajak penghasilan bagi 30 juta rakyatnya sementara terus mendorong penghematan demi mengatasi defisit anggaran yang mencapai 5 persen dari PDB. Cameron mengatakan, partainya menyajikan pemerintahan yang kuat dan stabil. "Pilihan selain itu hanya akan berakhir dengan kehancuran," kata Cameron, dikutip Reuters.
Jika perhitungan cepat ini akurat, maka ini adalah perolehan suara terburuk Partai Buruh dalam hampir tiga dekade terakhir dan terancam tersingkir dari Skotlandia, wilayah dengan pendukung Buruh terbanyak. Padahal beberapa bulan sebelumnya banyak lembaga survei yang memprediksi Konservatif dan Buruh akan bersaing ketat dengan perbedaan suara 1 atau 2 saja.
Dengan kemenangannya, Cameron diprediksi akan membawa Inggris melalui dua referendum dalam beberapa tahun ke depan. Di antaranya adalah referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa dua tahun lagi dan kemungkinan terulangnya kembali referendum kemerdekaan Skotlandia setelah tahun lalu kalah dan tetap bergabung bersama Inggris. Kendati mendapatkan suara terbanyak, namun Cameron tidak mendapat kursi mayoritas di parlemen, yaitu 326 dari 650 kursi. Partai Konservatif harus melobi partai-partai kecil untuk membentuk koalisi pemerintahan.
Kemungkinan Cameron akan kembali berkoalisi dengan Partai Liberal Demokrat seperti pemerintahan sebelumnya, atau dengan partai Serikat Partai Irlandia Utara, atau bahkan dengan keduanya. Konservatif juga bisa memilih opsi berdiri sendiri di parlemen, namun ini jarang terjadi.
ANGGOTA PARLEMEN INGGRISMahasiswi berusia 20 tahun terpilih menjadi anggota parlemen Inggris termuda semenjak tahun 1667. Mhairi Black berhasil meraih suara mayoritas mengalahkan kandidat senior dari Partai Buruh. Seperti dilansir AFP, Jumat (8/5), Black sebenarnya masih harus mengikuti ujian akhir di Universitas Glasgow. Namun gadis ini sudah bisa mempraktikkan ilmu politik yang didapatnya dari kuliah dalam tugas barunya sebagai anggota parlemen.
Black terpilih menjadi anggota parlemen baru dari partai pro-independen Partai Nasional Skotlandia (SNP) untuk wilayah Paisley and Renfrewshire South dalam pemilu yang digelar pada Kamis (7/5) waktu setempat. Black mengalahkan Douglas Alexander (47) yang pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dan ketua kampanye Partai Buruh.
Sorak sorai terdengar dari pendukung Black, ketika hasil pemungutan suara diumumkan di pusat penghitungan suara. Black pun menyampaikan pidato kemenangan dengan suara yang tenang ketika bersumpah untuk meningkatkan kesejahteraan warga Skotlandia. "Kami akan bekerja untuk mengakhiri penghematan yang menyiksa warga, baik di wilayah utara maupun selatan perbatasan," tegas Black dalam pidatonya.
Black tumbuh besar di keluarga yang mendukung Partai Buruh, seperti kebanyakan warga Skotlandia lainnya. Namun ketika beranjak dewasa, Black beralih ke partai kiri-tengah dan semakin menjauh dari kalangan Partai Buruh yang didukung keluarganya.
Penghitungan exit poll menyebut bahwa SNP, partai yang menaungi Black, akan meraih suara cukup besar. Bahkan sebanyak 59 kursi parlemen untuk wilayah Skotlandia, semuanya direbut oleh kandidat SNP dari Partai Buruh.
(Detikcom/BBC)