Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Arab Saudi Kian Gencar Bombardir Syiah Houthi

- Minggu, 10 Mei 2015 20:47 WIB
319 view
Arab Saudi Kian Gencar Bombardir Syiah Houthi
Riyadh (SIB)- Pesawat-pesawat tempur Arab Saudi dan koalisi membombardir beberapa target pemberontak Syiah Houthi di provinsi Saada, Yaman. 

Gempuran udara dilancarkan setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan Saudi bagi warga setempat untuk pergi mengungsi dari wilayah tersebut. Serangan udara ini menargetkan pusat-pusat komando bagi pemimpin Houthi, Abdel Malek al-Houthi di sejumlah daerah di Saada.

Demikian diberitakan stasiun televisi pemerintah Saudi, Al Ekhbariya seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (9/5). Provinsi Saada merupakan basis kelompok Houthi. Lokasi yang digempur tersebut termasuk beberapa fasilitas penyimpanan senjata dan pusat komunikasi.

Serangan itu menghancurkan makam pendiri Kelompok Houthi. "Pekerjaan kami sekarang mencari mereka (Houthi) yang merencanakan serangan ini dan yang bersembunyi di Saada, dan tempat-tempat di mana milisi berada," kata Juru Bicara Koalisi Arab Saudi yang dipimpin Brigadir Jenderal Ahmed Asseri.

Menurut media Al Ekhbariya, masyarakat sipil yang berada di Propinsi Saada sudah diminta untuk meninggalkan wilayah itu pada 19.00 waktu setempat. “Pasukan Koalisi Arab Saudi mengumumkan bahwa jalanan utama di Saada bisa digunakan warga sipil untuk meninggalkan wilayah itu,” demikian pernyataan itu. Warga Saada mengatakan, serangan udara itu menghancurkan makam penemu dari pergerakan Houthi, Hussein al Houthi.

Sebelumnya, otoritas Saudi telah mengingatkan seluruh warga sipil untuk meninggalkan Saada, yang berbatasan dengan Saudi tersebut. Ini dilakukan setelah Saudi mengancam akan memberikan respons keras atas serangan Houthi ke kota perbatasan Saudi beberapa hari lalu. Lima warga Saudi tewas dalam serangan mortir dan roket Houthi tersebut.

Dalam serangan Houthi di kota Najran dan sebuah desa di provinsi Jizan tersebut, ini pertama kalinya warga Saudi menjadi korban dalam konflik Yaman. Sebagai respons atas serangan Houthi ini, koalisi Saudi melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi Houthi di kota-kota Yaman utara.

Menurut pihak Pertahanan Sipil di kota Najran, seorang polisi tewas ketika mortir-mortir Houthi jatuh di dekat aparat polisi yang tengah berpatroli di dekat penjara. Korban tewas lainnya adalah empat warga sipil Saudi, termasuk dua orang yang berada di dalam sebuah mobil dan dua orang lainnya yang berada di bengkel mobil.

Sementara Iran membantah tuduhan bahwa pihaknya mendukung pemberontak Syiah, al-Houthi, dan menuduh Arab Saudi berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab atas konflik di Yaman. Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengecam peran Iran dalam konfik Yaman, dan menegaskan kembali tuduhan bahwa Teheran telah mempersenjatai dan mendanai pasukan Houthi. Iran telah lama pula membantah bahwa mereka mengirim senjata kepada Houthi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham mengatakan bahwa tudduhan bahwa Iran mempersenjatai Houthi “Tidak lain dari upaya untuk menyalahkan orang lain atas analisis tak berdasar,” ujarnya, seperti dilansir Al Arabiya

Koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Yaman sejak akhir Maret. Sementara seruan untuk menghentikan serangan ini makin kuat, pemerintah Yaman justru meminta intervensi darat dari masyarakat internasional minggu lalu.

Jubeir pada Jumat mengatakan gencatan senjata akan dimulai pada Selasa (12/5). "Kami memutuskan gencatan senjata akan dimulai Selasa ini, 12 Mei, pukul 11.00 malam dan akan berlangsung selama lima hari, dan dapat diperpanjang jika berhasil," kata Jubeir dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry setelah keduanya berdiskusi di Paris. Ketegangan antara Iran dan Arab Saudi telah meningkat terus, tidak hanya karena Yaman tetapi juga situasi di Suriah, Irak, Lebanon dan persoalan Sunni dan Syiah di Bahrain. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru