Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Houthi dan Arab Saudi Sepakat Gencatan Senjata

- Senin, 11 Mei 2015 18:47 WIB
254 view
Houthi dan Arab Saudi Sepakat Gencatan Senjata
SIB/EFE/EPA
Dua orang loyalis mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh berjalan melewati halaman reruntuhan rumah Saleh yang hancur akibat serangan udara Arab Saudi. Kelompok Houthi dan Arab sepakat melakukan gencatan senjata selama lima yang dimulai, Minggu (10/5).
Sanaa (SIB)- Pemberontak Yaman yang disokong Iran, Houthi, menerima tawaran gencatan senjata Arab Saudi selama lima hari yang dimulai pekan depan. 

Dengan gencatan senjata ini, diharapkan bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Yaman. Diberitakan Reuters, Houthi menerima ajakan Saudi untuk gencatan senjata selama lima hari mulai Minggu (10/5). Sebelumnya Jumat lalu, Saudi mengatakan gencatan senjata untuk bantuan kemanusiaan akan dimulai Selasa pekan depan jika disetujui Houthi.

Juru bicara militer Houthi Kolonel Sharaf Luqman mengatakan bahwa mereka menerima gencatan senjata namun akan tetap melawan serangan dari para loyalis Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi dan militan al-Qaidah. "Setiap pelanggaran gencatan senjata dari al-Qaidah dan mereka yang berdiri bersama mereka akan direspon," ujar Luqman.

Telah enam minggu Arab Saudi dan para sekutunya melancarkan serangan ke markas Houthi di Yaman, menewaskan lebih dari 1.300 orang. Kondisi di kota-kota yang dikuasai Houthi juga kian mengenaskan, warga kesulitan makanan, obat-obatan dan bahan bakar.

Lembaga bantuan kemanusiaan dan beberapa negara, termasuk Indonesia, mendesak dilakukannya gencatan senjata agar bantuan dapat masuk. Kantor berita di Iran, Tasnim, mengatakan bantuan dari Teheran akan berangkat ke wilayah pelabuhan Laut Merah di Hudaida, Minggu (10/5). Iran selama ini membantah membantu Houthi kendati berbagai bukti menunjukkan sebaliknya.

Negara-negara Sunni di kawasan meyakini Iran menggunakan pasukan pemberontak Syiah Houthi untuk menguasai negara di Semenanjung Arab itu. Iran dan Houthi juga dituduh telah memblokir akses bantuan internasional pada warga.

Gencatan senjata ini juga diragukan penerapannya, banyak yang sangsi Houthi akan memenuhi janji. "Kami ragu Houthi akan berpegang pada perjanjian gencatan senjata karena sebelumnya mereka berkali-kali melanggar komitmen politik yang mereka buat sendiri di masa lalu," kata seorang militan pro-Hadi pada Reuters. (Rtr/CNNIndo/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru