Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Pakistan Beri Penghargaan kepada Istri Dubes RI dan Diplomat Korban Heli Jatuh

- Rabu, 13 Mei 2015 16:24 WIB
313 view
Pakistan Beri Penghargaan kepada Istri Dubes RI dan Diplomat Korban Heli Jatuh
Islamabad (SIB)- Pemerintah Pakistan memberikan penghargaan tertinggi bagi dua duta besar asing dan dua istri duta besar, termasuk istri Dubes RI Heri Listyawati yang tewas dalam insiden helikopter jatuh, pekan lalu. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan bagi korban tewas. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengumumkan pemberian penghargaan ini dalam upacara memorial yang digelar di Islamabad pada Selasa (12/5). Penghargaan tertinggi bagi warga sipil diberikan kepada Dubes Norwegia Leif H Larsen, Dubes Filipina Domingo D Lucenario Jr, istri Dubes Malaysia Habibah binti Mahmud dan istri Dubes RI Heri Listyawati.

Keempatnya tewas bersama dua pilot dan satu awak dalam insiden tragis yang terjadi di Naltar, Gilgit-Baltistan pada Jumat (8/5) lalu. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (12/5).

"Sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka, untuk kontribusi mereka terhadap hubungan bilateral yang erat, saya merekomendasikan kepada Presiden untuk menganugerahkan penghargaan keberanian sipil kami, Sitara-e-Pakistan, kepada Dubes Larsen dari Norwegia, Dubes Lucenario dari Filipina, Madam Habibah binti Mahmud dari Malaysia dan Madam Heri Listyawati dari Indonesia," ujar PM Sharif dalam pidatonya yang disampaikan televisi setempat. 

"Mari kita menundukkan kepala untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa bagi jiwa-jiwa yang telah pergi. Semoga keluarga mereka diberi kekuatan untuk menghadapi kehilangan ini. Mari kita juga berdoa untuk kesembuhan seluruh rekan kita, baik yang mengalami luka-luka maupun yang sedang menjalani perawatan," imbuhnya.

Helikopter militer jenis MI-17 yang membawa 17 orang, yang terdiri atas 11 warga asing dan 6 warga Pakistan jatuh di wilayah Naltar. Helikopter itu merupakan salah satu dari tiga helikopter yang membawa delegasi diplomat asing yang hendak mengikuti perjalanan 3 hari ke Gilgit-Baltistan, yang rencananya diisi dengan kunjungan ke sebuah proyek pemerintah dan bertemu dengan PM Sharif.

Otoritas militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut, kecelakaan tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada helikopter, yang terjadi ketika helikopter akan mendarat. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan udara terburuk sejak tahun 2012, setelah pesawat penumpang Boeing 737 jatuh di Islamabad dan menewaskan 130 orang. Kemudian pada tahun 1988 lalu, kecelakaan pesawat menewaskan pemimpin militer Pakistan, Jenderal Zia-ul-Haq dan juga Duta Besar AS saat itu, Arnold Raphel. (AFP/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru