Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Kereta Amtrak Diduga Terkena Peluru Sebelum Anjlok di Philadelphia

- Minggu, 17 Mei 2015 19:20 WIB
255 view
Kereta Amtrak Diduga Terkena Peluru Sebelum Anjlok di Philadelphia
Philadelphia (SIB)- Penyelidikan terhadap anjloknya kereta api Amtrak di Philadephia, Amerika Serikat yang menewaskan 8 orang, masih terus dilakukan. Biro Investigasi Federal (FBI) pun dilibatkan setelah adanya temuan lubang bekas peluru pada jendela lokomotif rangkaian kereta tersebut. Saat diinterogasi, masinis yang menjalankan kereta Amtrak saat kejadian mengaku tidak mengingat apapun yang terjadi sebelum kereta anjlok dan beberapa gerbong terguling. Insiden yang terjadi, Selasa (12/5) malam, menewaskan 8 orang melukai lebih dari 200 orang.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (16/5), salah satu anggota Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Robert Sumwalt menuturkan, FBI dilibatkan dalam penyelidikan untuk memeriksa retakan kaca jendela lokomotif Amtrak yang memiliki pola kerusakan berbentuk lingkaran.

Dengan adanya temuan ini, memicu analisis bahwa kereta Amtrak No. 188 ini kemungkinan terkena tembakan peluru, atau dilempar batu atau objek lainnya sebelum anjlok. Hal ini tentu menambah petunjuk bagi tim penyelidik yang tadinya fokus pada kecepatan kereta yang bertambah hingga dua kali lipat, hingga 160 kilometer per jam dalam hitungan menit sebelum kereta anjlok.

Asisten kondektur kereta menuturkan kepada NTSB bahwa kereta beroperasi dengan normal pada hari kejadian hingga beberapa menit sebelum kereta berhenti di stasiun 30th Street di Philadephia, penghentian terakhir sebelum kecelakaan terjadi.

Pada saat itu, si asisten kondektur ini mengaku dirinya mendengar sang masinis yang bernama Brandon Bostian (32) berkomunikasi dengan radio kepada masinis kereta lainnya dari Southeastern Pennsylvania Transportation Authority (SEPTA), membahas soal retakan di kaca gerbong kereta.

Masinis lainnya menuturkan kepada operator kereta api bahwa kaca jendelanya retak terkena suatu objek yang diyakini berasal dari senjata api atau dilemparkan ke keretanya. Si masinis lainnya, menurut Sumwalt, langsung menghentikan keretanya karena kondisi darurat.

Asisten kondektur kereta Amtrak menambahkan kepada penyelidik NTSB, bahwa Bostian sempat menyatakan dirinya mencurigai kereta yang dikemudikannya juga mengalami retakan yang sama. Sesaat setelah percakapan berakhir, sebut asisten kondektur, kereta Amtrak mulai melewati rel lengkung dengan kecepatan yang semakin bertambah dan kemudian anjlok di wilayah Port Richmond, dekat Delaware River.

Sumwalt menuturkan, agen FBI tiba pada Jumat (15/5) malam waktu setempat untuk memeriksa retakan bagian sudut kiri bawah kaca jendela lokomotif kereta.

Dalam laporan terpisah, surat kabar Philadelphia Inquirer dan media lainnya menyebut adanya satu kereta lainnya, Amtrak Acela yang diduga juga terkena objek tidak teridentifikasi hingga membuat retak salah satu jendela gerbong sekitar 5 menit sebelum masuk stasiun 30th Street. CBS News melaporkan, otoritas setempat telah mengetahui laporan ini. (Rtr/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru