Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Nepal Butuh Rp 26 T untuk Rekonstruksi

- Selasa, 19 Mei 2015 18:43 WIB
282 view
Nepal Butuh Rp 26 T untuk Rekonstruksi
Kathmandu (SIB)- Perdana Menteri (PM) Nepal Sushil Koirala mengajukan permohonan bantuan US$ 2 miliar atau setara Rp 26 triliun untuk membangun kembali negaranya. Sebagian besar infrastruktur dan bangunan di Nepal hancur akibat dua gempa besar yang terjadi beberapa minggu lalu.

Pada 25 April, Nepal diguncang gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang menewaskan lebih dari 8.500 orang dan menghancurkan sekitar setengah juta rumah warga. Kemudian pada 12 Mei lalu, Nepal kembali diguncang gempa besar, kali ini berkekuatan 7,4 SR.

Gempa kedua itu semakin menambah penderitaan warga Nepal yang baru mulai menata kehidupan mereka kembali setelah gempa pertama terjadi. Puluhan orang tewas akibat gempa kedua ini. Bencana alam telah meluluhlantakkan infrastruktur dan pembangunan yang tergolong terbelakang di Nepal.

Kementerian Dalam Negeri Nepal merilis korban jiwa akibat gempa tersebut sudah mencapai 8.583 yang menjadikannya bencana paling mematikan yang pernah menimpa negara Himalaya itu. Negara itu pernah dilanda gempa hebat pada 1934, yang menewaskan 8.519 orang dan ribuan lainnya di negara tetangganya India.

Akibat gempa besar terakhir, di distrik Dolakha, bagian timur Kathmandu yang paling terdampak oleh gempa kedua, tanah longsor di puluhan lokasi menghambat akses ke desa-desa terpencil. Puluhan orang masih hilang di Desa Singati yang terdampak longsor dan petugas belum membersihkan reruntuhan bangunan untuk mencari korban meninggal menurut pejabat distrik.

PM Koirala pemerintahannya menuai banyak kritikan karena dianggap lamban dalam menangani korban gempa. Otoritas Nepal telah memberikan pusat penggalangan dana bagi rekonstruksi dan rehabilitasi nasional, dan PM Koirala mendorong para donatur untuk ikut menyumbang.

"Target kami adalah menggalang US$ 2 miliar. Pemerintah telah mengalokasikan US$ 200 juta sebagai uang dasar untuk penggalangan dana, sembari meminta kepada para donatur dan sektor swasta untuk memberikan kontribusi yang diperlukan," tutur PM Koirala seperti dilansir AFP, Senin (18/5). "Rehabilitasi dan konstruksi sangat penting bagi kami dan kami harap sahabat-sahabat kami cukup berbesar hati untuk membantu," imbuhnya.

Pemerintahan PM Koirala mengakui kewalahan dalam menangani gempa bumi pertama pada 25 April dan ketika gempa bumi kedua terjadi pada 12 Mei lalu, pemerintah Nepal sama sekali tidak siap. Lebih dari 20 negara terlibat dalam upaya pemulihan di Nepal sejak gempa pertama melanda. Tidak sedikit yang mengirimkan tim penyelamat untuk membantu pencarian korban. Tidak sedikit pula yang mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa. Awal bulan ini, PBB menyatakan, pihaknya baru menerima dana bantuan sebesar US$ 22 juta (Rp 288 miliar) dari total US$ 415 juta (Rp 5,4 triliun) yang menjadi target bagi korban gempa Nepal. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru