Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Rebut Ramadi, ISIS Berusaha Kuasai Kota Kuno

- Selasa, 19 Mei 2015 18:44 WIB
421 view
Rebut Ramadi, ISIS Berusaha Kuasai Kota Kuno
Ramadi (SIB)- ISIS berhasil merebut Kota Ramadi di Irak setelah menyerang kota itu selama beberapa hari. Kesuksesan ISIS di Irak tidak diikuti kesuksesan oleh kelompok ISIS yang berada di Suriah yang gagal merebut kota kuno Palmyra. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan pasukan pemerintah akan segera kembali mengambil alih Ramadi. Al-Abadi mengatakan akan menggunakan serangan udara dan bantuan milisi Syiah.

Jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS yang juga merupakan salah satu kita provinsi di Irak merupakan kemunduran besar bagi pemerintahan Irak setelah sempat merebut kembali wilayah itu pada Juni 2014 lalu. Pihak ISIS mengatakan dalam sebuah postingan di internet, pihaknya telah memegang kendali di Ramadi. Seorang pejabat pemerintahan setempat mengkonfirmasi hal tersebut dan menyebut pusat operasi perintah pusat telah jatuh.

Serangan ke Ramadi ditandai oleh serangkaian serangan bom bunuh diri sebelum akhirnya ISIS berhasil mengibarkan bendera hitam mereka di kantor pusat pemerintahan. Ramadi berjarak sekitar 100 kilomoter Barat Baghdad.

Kemenangan di Ramadi Irak tidak sejalan dengan kelompok ISIS di Suriah. Mereka berhasil dipukul mundur keluar dari kota kuno Palymra oleh pasukan pemerintah. "Ini adalah serangan ISIS yang gagal," ujar Gubernur Provinsi Palmyra, Talal Barazi.

Kelompok pemantau HAM di Suriah mengatakan ISIS masih berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi situs arkeologi dan lokasi artefak yang sangat berharga. Hampir 300 orang tewas dalam empat hari pertempuran memperebutkan Palymra. 123 Berasal dari pasukan pemerintah, 115 dari pejuang ISIS dan 57 lainnya dari warga sipil.

Sementara itu Pasukan khusus Amerika Serikat mengklaim berhasil menewaskan 32 anggota militan ISIS dalam penyerbuan via darat di wilayah Suriah bagian timur. Empat anggota yang tewas di antaranya merupakan empat tokoh senior ISIS.

"Operasi AS menewaskan 32 anggota IS (nama lain ISIS), empat di antaranya merupakan pejabat senior, termasuk pemimpin urusan perminyakan IS Abu Sayyaf, seorang wakil menteri pertahanan ISIS dan seorang pejabat komunikasi ISIS," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman.
Pejabat AS telah menyebutkan bahwa puluhan orang tewas dalam operasi darat militer AS yang digelar pada Jumat (15/5) malam waktu setempat. Disebutkan pejabat AS, bahwa operasi yang dipimpin oleh Komando AS yang berbasis di Irak itu memang bertujuan untuk menangkap Abu Sayyaf. Abdel Rahman menuturkan, tiga dari empat tokoh senior ISIS yang tewas, diketahui berasal dari Afrika Utara. Sedangkan satu tokoh senior ISIS lainnya, yakni pejabat komunikasi ISIS merupakan warga Suriah.

Presiden Barack Obama dilaporkan telah memberikan persetujuannya untuk operasi pasukan khusus, yang sebenarnya tergolong jarang karena selama ini AS hanya melakukan serangan udara dan bukan menerjunkan langsung militernya ke medan perang seperti yang terjadi dalam operasi ini.

Operasi AS ini menargetkan markas ISIS yang ada di wilayah al-Omar, salah satu kilang minyak terbesar Suriah yang dikuasai ISIS. Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menyebutkan, komando AS berhadapan langsung dengan para jihadis di Suriah. "Dalam jarak sangat dekat... bahkan ada pertempuran hand-to-hand (konfrontasi fisik)," sebut pejabat itu.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS Ash Carter menyebut operasi ini sebagai pukulan telak bagi ISIS. Sedangkan politikus Demokrat, Adam Schiff yang juga anggota komisi intelijen pada parlemen AS menyatakan, serangan AS ini telah meningkatkan tekanan bagi penyokong perekonomian organisasi teroris, dalam hal ini ISIS. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru