Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

6 Warga Tiongkok Didakwa atas Spionase Ekonomi

- Kamis, 21 Mei 2015 19:07 WIB
416 view
6 Warga Tiongkok Didakwa atas Spionase Ekonomi
Washington (SIB)- Pemerintah Amerika Serikat mendakwa enam warga Tiongkok atas spionase ekonomi. Mereka dituding mencuri informasi rahasia dari dua perusahaan AS yang mengembangkan teknologi, yang kerap digunakan dalam sistem militer.

Ini merupakan ketiga kalinya dalam beberapa tahun ini, otoritas AS mendakwa warga Tiongkok atas spionase ekonomi. Hal ini menunjukkan AS semakin fokus pada apa yang disebutnya sebagai masalah penting keamanan nasionalnya.

Dakwaan terhadap keenam warga ini bisa meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dan dilakukan hanya dua hari setelah kunjungan Menteri Luar Negeri John Kerry ke Beijing dibayangi oleh kekhawatiran akan ambisi maritim Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Salah satu tersangka, Profesor Hao Zhang (36) ditangkap pada Sabtu, 16 Mei lalu di Los Angeles, AS setibanya dia dari China. Demikian disampaikan Departemen Kehakiman AS dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (20/5). Kelima tersangka lainnya diyakini berada di Tiongkok.

Zhang dan dua profesor lainnya dari Universitas Tianjin, Tiongkok didakwa mencuri kode asal dan informasi paten lainnya dari perusahaan pembuat chip, Avago Technologies Ltd dan Skyworks Solutions Inc, tempat kedua profesor tersebut bekerja. Avago memiliki kantor pusat di San Jose, California dan Singapura, sementara Skyworks berbasis di Woburn, Massachusetts, AS.

Jaksa penuntut mengatakan antara 2006 dan 2007, Pang dan Zhang merumuskan rencana membuat perusahaan teknologi ini di Tiongkok dan bertemu dengan para pejabat Universits Tianjin. Pada 2009, keduanya keluar dari perusahaan Amerika itu dan menjadi pengajar di Tianjin.

Menurut kejaksaan AS, Zhang dan para tersangka lainnya mendirikan perusahaan ROFS Microsystems di Tianjin dengan berbekal informasi rahasia curian dari kedua perusahaan AS tersebut. Zhang sendiri merupakan mantan pegawai Skyworks.

Atas hal ini, pihak Universitas Tianjin telah mulai melakukan penyelidikan. "Penyelidikan saat ini masih berlangsung," ujar seorang pegawai departemen publisitas Universitas Tianjin. Universitas Tianjin yang didukung pemerintah Tiongkok, didirikan pada tahun 1895 sebagai Northern University. Ini merupakan institusi pendidikan tinggi yang tertua di Tiongkok. Oleh pemerintah Tiongkok, universitas ini dinyatakan sebagai universitas penting nasional pada tahun 1959.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei menyampaikan keprihatinan tersebut dalam briefing reguler di Beijing. Ditambahkan Lei, pemerintah Tiongkok akan melindungi hak-hak dan kepentingan warga negaranya.

Jika terbukti bersalah, para tersangka bisa terancam hukuman penjara maksimum 50 tahun. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jeff Rathke mengatakan kepada para wartawan, pemerintah AS berkomitmen melindungi rahasia dagang perusahaan-perusahaan AS. "Ini masalah yang penting bagi AS," tandasnya.

Pada Maret 2004, seorang pengusaha California dinyatakan bersalah dalam kasus pencurian rahasia dagang DuPont untuk membantu perusahaan milik pemerintah Tiongkok mengembangkan pigmen putih yang digunakan dalam berbagai produk, dan Mei 2014 lima perwira militer Tiongkok dituduh meretas perusahaan nuklir, metal dan tenaga matahari. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru