Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Korut Batalkan Kunjungan Sekjen PBB

* Kim Jong-un Kembali Singkirkan Pejabat Militer
- Kamis, 21 Mei 2015 19:12 WIB
223 view
Korut Batalkan Kunjungan Sekjen PBB
Seoul (SIB)- Sekjen PBB Ban Ki-moon, Rabu (20/5) rencananya mengunjungi kompleks industri Kaesong di Korea Utara (Korut). Namun kunjungan tersebut akhirnya batal setelah Korut menarik kembali persetujuan sebelumnya. Ban Ki-moon sangat menyesalkan gagalnya kunjungannya tersebut. Apabila kunjungan tersebut jadi dilakukan, maka Ban akan menjadi Sekjen PBB pertama yang masuk ke wilayah Korut dalam dua dekade terakhir.

"Dini hari tadi, pihak berwenang dari Republik Demokratik Rakyat Korea memberitahu kami melalui saluran diplomatik mereka. Bahwa mereka membalikkan keputusan mereka bagi saya untuk mengunjungi kompleks industri Kaesong," kata Ban dalam pidatonya di forum di Seoul seperti dikutip Reuters. "Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk pembatalan di menit terakhir ini," katanya.

Korut saat ini masih berada di bawah sanksi PBB atas program nuklir dan rudal yang dikembangkannya. Pada Desember 2014 lalu, Majelis Umum PBB mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan membawa Korut ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), setelah hasil penyelidikan PBB menunjukkan adanya pelanggaran HAM di wilayah Korut, yang bisa disamakan dengan era-Nazi.

Ban masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korsel ketika perundingan 6 negara (six-party talks) berujung pada penandatanganan kesepakatan denuklirisasi dengan Korut, namun belakangan dibatalkan. Ban akan menjadi Sekjen PBB ketiga yang mengunjungi Korut saat masih aktif menjabat. Sebelumnya, Kurt Waldheim mengunjungi Pyongyang, Korut pada tahun 1979 dan 1981. Sedangkan Boutros Boutros-Ghali mengunjungi Korut melalui zona demiliterisasi (DMZ) di Panmujom pada Desember 1993 lalu.

Ban yang kini berusia 70 tahun, dilahirkan di Korsel sebelum Semenanjung Korea terbagi dua akibat Perang Korea tahun 1950-1953, yang diakhiri dengan gencatan senjata. Sebelumnya, Ban sudah mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Korut selagi masih menjabat.

Sementara itu Kim Jong-un kembali menyingkirkan pejabat militer yang dianggap lalai dalam menjalankan tugas. Kali ini, Kim Jong-un melengserkan Wakil Menteri (Wamen) Tentara Korut So Hong-chan dan anak buahnya.

Menurut informan dari agen intelijen Korea Selatan (Korsel), So Hong-chan, terakhir terlihat pada akhir Maret 2015. Saat itu, Wamen yang dilantik pada November 2013 ikut dalam kunjungan kenegaraan di Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah ayah dan kakek Kim Jong-un, Kim Jong-il dan Kim Il-sung.
So Hong-chan tidak terlihat dalam kunjungan kenegaraan tahunan. Berdasarkan laporan dari koran Korsel, dalam kepemimpinan Kim Jong-un, masa jabatan tinggi kebanyakan pejabat tinggi di Korut tidak mencapai setahun. Sumber intelijen Korsel mengatakan, So Hong-chan dan anak buahnya disingkirkan dari posisinya karena gagal menjalankan perintah Kim Jong-un. Mereka diperintahkan pemimpin Korut itu untuk meningkatkan jumlah jatah makanan untuk tentara nasional Korut dan memastikan mereka mendapat kebutuhan makanan yang cukup.

Agen intelijen Korsel mengatakan, jatah makanan harian dikurangi untuk menghemat pasokan beras. Pasokan beras militer terkuras untuk memberi makan para tentara selama upacara khusus negara yang diselenggarakan awal tahun ini. Acara negara yang dimaksud yakni ulang tahun almarhum Kim Jong-il dan Kim Il-sung yang jatuh pada 16 Februari dan 15 April.

Peningkatan jatah makanan itu merupakan bagian dari rencana Kim Jong-un untuk mengembangkan dan memperluas kemampuan militer Korut. Sebagai investasi di kemampuan teknik, Kim dilaporkan berinvestasi di sektor tenaga kerja. Baru-baru ini, Kim Jong-un dikabarkan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang jenderal bintang empat Hyon Yong Chol. Penyebabnya, jenderal itu tidur di tengah-tengah acara militer.

Pada 2013, Kim Jong-un mengeksekusi pamannya sendiri, Jang Song Thaek. Orang paling berkuasa kedua di Korut itu dituduh melakukan korupsi dan dinyatakan berasalah karena merusak perekonomian negara. Jang Song Thaek dieksekusi mati bersama orang-orang terdekatnya.

Semenjak Kim Jong-un menggantikan ayahnya menjadi pemimpin tertinggi Korut pada 2011, dia telah menyingkirkan sejumlah pejabat negara. Para pemimpin militer Korut juga dirombak terus-menerus setelah dia berkuasa. (Detikcom/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru