Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

ISIS Jual Gadis-gadis Suriah, Kuasai Kota Kuno Palmyra

- Jumat, 22 Mei 2015 19:33 WIB
599 view
ISIS Jual Gadis-gadis Suriah, Kuasai Kota Kuno Palmyra
SIB/SANA via AP, File
Pemandangan kota kuno Palmyra yang terletak sebelah timur laur Suriah. Dikuasainya Palmyra oleh militan ISIS dikuatirkan akan kembali terulang hancurnya situs-situs bersejarah di kota yang dikuasai militan.
Damaskus (SIB)- Utusan khusus PBB membeberkan kebejatan kelompok ISIS tehadap gadis-gadis yang diculiknya di Suriah. Kelompok radikal tersebut mengirimkan gadis-gadis yang dianggap paling cantik ke pasar-pasar di kota Raqqa, untuk dijual sebagai objek seksual kepada penawar tertinggi. Mereka dijual dalam kondisi tanpa busana. Demikian disampaikan Utusan Khusus PBB soal Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zainab Bangura seperti dilansir Daily Mail, Kamis (21/5).

Menurut Bangura, setelah menyerang desa-desa, para militan ISIS akan melucuti pakaian gadis-gadis setempat, melakukan tes keperawanan, memeriksa tubuh mereka dan mengirimkan mereka untuk dilelang. Hal ini diketahui Bangura setelah mengumpulkan informasi dari Suriah, Irak, Turki, Libanon dan Yordania.

Menurut Bangura, mereka yang dianggap paling cantik kemudian dikirimkan ke kota Raqqa untuk dijual dalam keadaan bugil. Mereka lebih dulu akan ditawarkan ke para pemimpin organisasi jahat, baru kemudian ke para Emir dan tentara-tentara.

Dikatakan Bangura, setiap pembeli biasanya mengambil tiga atau empat gadis dan akan dipertahankan hingga beberapa bulan, sebelum mereka bosan dan menjualnya kembali ke orang lain. "Kami mendengar tentang seorang anak perempuan yang dijual sebanyak 22 kali, dan seorang pemimpin Takfiri yang telah menuliskan namanya di tangan anak tersebut untuk menunjukkan bahwa dia miliknya," tutur Bangura.

Bangura juga mengatakan, para ekstremis ISIS telah melarang gadis-gadis tersebut memakai kerudung. Ini dilakukan setelah beberapa orang menggunakannya untuk gantung diri. Sebelumnya, kelompok HAM, Human Rights Watch (HRW) menyatakan, ISIS juga melakukan kejahatan seksual sistemik terhadap kaum wanita dan anak-anak perempuan Yazidi, setelah menculik sekitar 200 orang dari mereka di Irak utara pada Agustus 2014 lalu.

Sementara itu kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan militan ISIS kini telah menguasai lebih dari separuh wilayah Suriah. Ini terjadi setelah kelompok radikal itu berhasil menguasai kota kuno Palmyra pada Rabu, 20 Mei malam waktu setempat. Ini merupakan pertama kalinya ISIS berhasil merebut pusat populasi besar langsung dari pasukan pro-pemerintah Suriah.  Wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah sebagian besar adalah yang jarang penduduknya. Menurut Rami Abdulrahman, direktur Observatory, ISIS telah menguasai penuh kota Palmyra termasuk pangkalan udara militer Suriah, penjara dan markas-markas intelijen setempat.

Stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan, sekitar 100 pejuang pro-pemerintah Suriah tewas dalam serbuan ISIS ke kota tersebut. Kini pasukan pro-pemerintah telah mundur dari kota tersebut setelah mengevakuasi penduduk sipil setempat.

Para pejuang pro-pemerintah telah memindahkan ratusan patung dari kota tersebut agar tidak dirusak ISIS. Namun kini timbul kekhawatiran akan monumen-monumen besar dan museum di kota tersebut, yang mungkin saja dirusak ISIS.

Palmyra dulunya merupakan salah satu pusat budaya paling penting di dunia kuno, dan berada di rute perdagangan yang menghubungkan Persia, India dan China dengan Kerajaan Romawi. Keberhasilan menguasai kota ini, dianggap sebagai perolehan militer strategis bagi ISIS. Sebabnya, di kota ini terdapat instalasi-instalasi militer modern dan berada di jalan raya padang pasir yang menghubungkan ibukota Damaskus dengan provinsi-provinsi di Suriah timur dan dengan kota Homs di Suriah barat. (detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru