Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Maduro Ajak Obama Bahas Kebenaran di Meja Perundingan

- Minggu, 23 Februari 2014 22:45 WIB
331 view
Maduro Ajak Obama Bahas Kebenaran di Meja Perundingan
SIB/Int
Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro
Caracas (SIB)-  Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro mengajak Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk berdialog. Perundingan ini ditujukan untuk memperbaiki masalah yang terjadi antar dua negara tersebut.

Awal pekan ini Venezuela dihantam oleh kerusuhan dahsyat. Maduro menuduh kaum konservatif AS dan sejumlah organisasi media sudah menyusun rencana untuk menumbangkan pemerintahannya melalui demonstrasi yang berujung kekerasan itu.

Untuk memastikan tuduhan Maduro dan juga menyelesaikan masalah, Maduro pun mengambil keputusan untuk mengundang Obama berdialog. "Saya ingin melaksanakan dialog antar Venezuela dan AS serta pemerintahannya," ujar Maduro, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (22/2). "Mari kita mulai dialog tingkat tinggi dan taruh kebenaran di atas meja perundingan," tambahnya.

Diyakini Maduro, dialog nantinya akan berjalan dengan rumit dan sulit. Namun, hal tersebut bisa terselesaikan sampai AS mau menerima otonomi penuh dan kemerdekaan negara Amerika Latin. Hubungan kedua negara acap kali diterpa banyak masalah. Venezuela menuduh AS terlalu banyak ikut campur dalam masalah dalam negeri negara Amerika Latin.

9 Orang Tewas
Sedikitnya 9 orang tewas di Venezuela dalam gelombang aksi demo terhadap pemerintahan sayap kiri Presiden Nicolas Maduro. Setidaknya 137 orang lainnya mengalami luka-luka. Jaksa Agung Luisa Ortega mengatakan dalam acara radio seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/2), sebanyak 104 orang telah ditahan selama aksi-aksi protes yang telah berlangsung dua pekan terakhir.

Korban jiwa terbaru adalah seorang pria berumur 29 tahun yang mencoba menyeberangi jalan yang diblokade para demonstran. Di kegelapan malam, korban yang mengendarai motor itu tidak melihat seutas kabel yang digantung para demonstran. Akibatnya, saat melintas dengan motornya, tenggorokan pria itu pun tersayat oleh kabel tersebut lalu terjatuh.

Sementara lima dari korban jiwa tersebut tewas di Caracas. Termasuk tiga orang yang tewas akibat luka-luka tembakan selama aksi demo antipemerintah pada 12 Februari lalu. Demo besar-besaran itu berujung pada bentrokan berdarah antara para demonstran, aparat keamanan dan para milisi pro-pemerintah. Di antara para korban luka, sekitar 100 orang di antaranya adalah warga sipil dan sisanya merupakan aparat keamanan.

 (BBC/AFP/okz/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru