Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

ISIS Mulai Eksekusi Warga di Kota Palmyra

* AS Kerahkan 2 Ribu Roket ke Irak
- Sabtu, 23 Mei 2015 18:18 WIB
402 view
ISIS Mulai Eksekusi Warga di Kota Palmyra
Damaskus (SIB)- Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengeksekusi mati 17 orang termasuk beberapa warga sipil di Palmyra, Suriah. Eksekusi mati ini dilakukan setelah ISIS berhasil menguasai kota Palmyra yang dipenuhi situs bersejarah.

"ISIS mengeksekusi mati 17 orang termasuk warga sipil dan pejuang loyalis (rezim Suriah). Sedikitnya empat orang di antaranya dipenggal," tutur Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada AFP, Jumat (22/5).

Warga sipil yang tewas, menurut Abdel Rahman, banyak yang bekerja untuk dewan administrasi lokal. Sedangkan pejuang loyalis yang tewas, termasuk sedikitnya satu tentara rezim dan anggota Pasukan Pertahanan Nasional, juga milisi pro-pemerintah Suriah. "Mereka dituding bekerja sama dengan rezim (pemerintah Suriah)," sebut Abdel Rahman.

Secara terpisah, seorang aktivis Suriah menuturkan kepada AFP, ISIS memerintahkan warga Palmyra untuk tetap tinggal di dalam rumah. ISIS juga memeriksa rumah-rumah warga untuk mencari loyalis rezim Suriah. "ISIS mencegah warga setempat untuk pergi ke luar rumah dan memeriksa rumah-rumah warga," ucap aktivis yang menyebut dirinya sendiri sebagai Mohammad Hassan al-Homsi. Homsi menuturkan, warga di Palmyra sebenarnya ingin melarikan diri, namun ketakutan setelah mendengar adanya eksekusi mati dan pemenggalan.

Menurut Syrian Observatory, sedikitnya 460 orang tewas dalam pertempuran di Palmyra yang dimulai pada 13 Mei lalu. Sebanyak 49 orang di antaranya dieksekusi mati ISIS, termasuk 9 anak-anak. Terhitung sejak Rabu (20/5), ISIS dilaporkan berhasil menguasai lebih dari separuh wilayah Suriah. Hal ini terjadi setelah ISIS menguasai kota kuno Palmyra. Ini juga merupakan pertama kalinya ISIS berhasil merebut pusat populasi besar langsung dari pasukan pro-pemerintah Suriah. Wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah sebagian besar adalah yang jarang penduduknya.

Sementara Amerika Serikat akan mengirimkan 2 ribu roket anti-tank AT-4 ke Irak, sekitar pekan depan. Pengerahan ini dimaksudkan untuk membantu tentara Irak dalam memerangi serangan bom mobil yang sering dilakukan militan ISIS.

Juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren menuturkan, pengerahan senjata ini akan membantu pertahanan Irak terhadap para pengebom bunuh diri yang mengendarai kendaraan penuh bahan peledak, yang digunakan ISIS dalam serangannya pekan lalu, saat merebut Ramadi dari tentara Irak. "Ini tepat untuk menangkal serangan itu (bom mobil)," sebut Warren.

Keberhasilan ISIS dalam merebut wilayah Ramadi, ibukota Provinsi Anbar, secara tidak langsung menjadi kemunduran terbesar pemerintah Irak dalam setahun terakhir. Hal ini juga mengekspos keterbatasan tentara Irak dan serangan udara koalisi AS dalam melawan ISIS.

Secara terpisah, pejabat Departemen Luar Negeri AS yang enggan disebut namanya menyatakan, ISIS telah melakukan sekitar 30 serangan bom mobil untuk merebut kota Ramadi. Lebih lanjut, Warren menuturkan, senjata anti-tank akan memberi kesempatan pasukan Irak untuk menghancurkan bom mobil yang mendekat dari jarak tertentu. Dengan bergantung pada persenjataan kecil, maka pasukan Irak harus merusak mesin mobil atau membunuh pengemudinya, yang menurut Warren, tergolong sulit dilakukan.

Dalam penjelasannya di Pentagon, Warren menegaskan bahwa serangan udara AS tidak terhambat oleh cuaca buruk ketika ISIS merebut kota Ramadi. Komentar Warren ini mengklarifikasi laporan bahwa ISIS sengaja memanfaatkan badai pasir untuk menyerang dan merebut Ramadi. Badai pasir itu disebut menghambat pesawat tempur AS untuk melancarkan serangan udara.

Warren juga menyebutkan, upaya melatih tentara Irak untuk berkomunikasi dengan lebih baik dalam meminta bantuan via udara, terus dilakukan AS. Pelatihan ini termasuk soal menggunakan panggilan radio dan mengidentifikasi posisi tentara Irak di lapangan. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru