Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Februari 2026

Belasan Perempuan Australia Direkrut Gabung ISIS

- Sabtu, 30 Mei 2015 13:37 WIB
507 view
Belasan Perempuan Australia Direkrut Gabung ISIS
Melbourne (SIB)- Sebanyak 12 perempuan muda Australia dari Kota Melbourne direkrut untuk bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Menurut polisi Australia, para perempuan yang berusia antara 18 dan 29 tahun ini telah direkrut melalui media sosial. "5 Di antara mereka saat ini telah tinggal dengan kelompok militan ISIS di wilayah konflik," ujar sumber di Kepolisian Victoria, Australia seperti dikutip BBC, Jumat (29/5).

Sementara unit satuan tugas bernama Task Force Pax yang didirikan April lalu, telah memantau warga yang hendak bergabung dengan kelompok militan itu. Seorang pejabat dari lembaga ini mengatakan kepada media setempat bahwa pada Jumat ini ada perempuan Melbourne hendak berangkat ke Turki. Satu orang lainnya berhasil dicegat oleh petugas Bea Cukai Australia, sementara 2 orang lainnya masih belum ditemukan. Para perempuan muda ini diketahui berasal dari pinggiran kota Melbourne.

Pemerintah Australia sejauh ini meyakini setidaknya ada 100 orang warga Australia yang telah bergabung dengan kelompok-kelompok militan di Timur Tengah. Minat meninggalkan Australia untuk bergabung dengan ISIS di Timur Tengah mulai meningkat sejak pertengahan 2014 lalu. Untuk menangkalnya, pemerintah Australia akan segera memperkenalkan undang-undang baru yang dapat mencabut status kewarganegaraan warganya yang ikut bertempur di Irak atau Suriah. Selain itu, orang-orang yang bekerja di Australia dan diketahui mendukung kelompok-kelompok militan juga akan terjaring undang-undang baru ini.

Sementara itu tim foreksik Irak menemukan sedikitnya 499 jenazah ketika menggali kuburan di komplek pemakaman presiden di kota Tikrit. Ratusan jenazah itu diyakini merupakan jasad tentara Irak yang dibunuh ISIS dalam pembantaian di Kamp Speicher, markas milter Irak yang berlokasi dekat Tikrit.

Peristiwa yang masih menyisakan sejumlah tanda tanya besar itu terjadi pada Juni 2014, ketika lebih dari 1.000 tentara Irak tewas di tangan ISIS. Mengutip Israel National News, sejumlah kelompok militan bersenjata yang telah berbaiat setia kepada ISIS menculik ratusan tentara muda Syiah yang ditugaskan di kamp Speicher, di luar Kota Tikrit.

Mereka kemudian diminta berbaris dan dieksekusi satu per satu, beberapa di antaranya didorong ke sungai Tigris, dan lainnya dikuburkan di sejumlah lokasi yang ditemukan pemerintah dan pasukan sekutu ketika merebut kembali Tikrit dari ISIS sekitar dua bulan yang lalu.

"Jenazah ini didapatkan dari empat situs kuburan massal, salah satu kuburan terbesar berisi 400 jenazah," kata Ziad Ali Abbas, Kepala Dokter di kamar jenazah di Baghdad, dikutip Israel National News, Jumat (29/5). Ziad mengatakan pemeriksaan forensik sisa jenazah dilakukan dengan bantuan asing, diantaranya dari Komite Palang Merah Internasional.

Berdasarkan keterangan petugas, seperti dilaporkan CNN, potongan tubuh jenazah tersebut disimpan di kamar jenazah di Baghdad, untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim forensik. Hingga saat ini, ratusan jenazah tersebut belum dikembalikan ke keluarga masing-masing. Tim forensik terus melakukan penggalian kuburan di kota lainnya.

Kelompok militan ISIS bulan ini berhasil memperlebar kekuasaannya. Di Suriah, ISIS berhasil merebut kota kuno Palmyra, yang memiliki banyak warisan sejarah Romawi.  Sementara di Irak, ISIS berhasil merebut Kota Ramadi, dan dianggap sebagai kemenangan terbesar ISIS serta kemunduran bagi militer Irak.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, pada awal pekan ini menyatakan bahwa kelemahan tentara Irak menjadi penyebab utama jatuhnya kota Ramadi ke tangan ISIS. Pernyataan Carter ini merupakan yang terkeras dari pemerintahan Obama sejak Ramadi jatuh ke tangan ISIS. AS mempercepat pengiriman beberapa senjata bagi pasukan Irak karena ISIS telah membuat kemajuan lagi di beberapa daerah. (Detikcom/BBC/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru