Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Insiden Tenggelamnya Kapal Pesiar

Korban Tewas Jadi 396 Orang, 46 Masih Hilang

- Minggu, 07 Juni 2015 17:19 WIB
154 view
Korban Tewas Jadi 396 Orang, 46 Masih Hilang
SIB/Bai Yu/Xinhua via AP
Gambar yang dipublikasikan kantor berita Xinhua memperlihatkan tim penyelamat bekerja di bagian atas kapal pesiar Eastern Star untuk mencari korban selamat tenggelamnya kapal yang membawa ratusan penumpang di Sungai Yangtze, Sabtu (6/6).
Beijing (SIB)- Korban tewas dalam kecelakaan kapal pesiar Eastern Star yang tenggelam di Sungai Yangtze, China, terus bertambah. Data terbaru, korban tewas terkonfirmasi sebanyak 396 orang. Dilansir AFP, Sabtu (6/6), hanya 14 orang yang terkonfirmasi hidup dari 456 total penumpang. Sebagian besar dari mereka adalah wisatawan berusia di atas 60 tahun.

Korban tewas melonjak lebih dari 200 orang setelah tim penyelamat berhasil mengangkat kapal dari sungai Yangtze Jumat (5/6) menggunakan crane. Posisi ini memudahkan kerja tim penyelamat mencari kemungkinan adanya korban yang terjebak di kapal.

Kantor berita resmi Xinhua menyebutkan jumlah tewas sebanyak 396 pada Sabtu siang waktu setempat (05:00 GMT). Nasib 46 penumpang lainnya belum diketahui, namun pemerintah menyebut kecil kemungkinan mereka selamat.

Eastern Star tenggelam pada Senin, (1/6) malam saat badai menerjang hingga menimbulkan ombak ganas yang membuat kapal karam. Laporan yang mengutip saksi mata menyebut kapal dengan panjang 76,5 meter dan bobot 2.200 ton ini terbalik ke bawah dalam waktu satu menit.

Kapten kapal Eastern Star merupakan 1 dari 14 orang yang selamat dalam insiden ini dan tengah ditahan oleh pihak kepolisian. Sebuah petisi yang dibuat para keluarga korban menuntut agar kapten kapal dijatuhi hukuman mati.

Laporan media setempat memang menyebut, saksi mata mengatakan kapal-kapal lain di sekitar Eastern Star berhenti dan menjatuhkan jangkar saat ada badai besar. Namun entah kenapa kapal naas itu malah tetap melaju. Peristiwa tragis ini sendiri disebut sebagai bencana transportasi terburuk sejak 70 tahun silam.

Sementara itu korban tewas akibat hujan lebat selama satu bulan belakangan telah membuat 31 orang tewas atau hilang di Provinsi Guizhou di bagian barat-daya Tiongkok. Hujan lebat mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Guizhou sejak 14 Mei. Lebih dari 1,42 juta orang terpengaruh dan 83.000 orang lagi dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka, kata Departemen Urusan Sipil provinsi tersebut.

Lebih dari 1.100 rumah telah hancur dan 56.600 hektare lahan pertanian rusak, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi langsung sebesar 2,7 miliar yuan (435 juta dolar AS), kata departemen itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Sabtu. Provinsi tersebut diperkirakan menghadapi hujan lebat lagi selama dua hari ke depan.
Hujan lebat di Tiongkok Selatan sejak Minggu (31/5) juga mempengaruhi siswa sekolah menengah yang mengikuti "Gaokao", ujian tahunan masuk perguruan tinggi, kata Pusat Meteorologi Nasional pada Jumat. Hujan lebat mengguyur beberapa derah di provinsi tersebut termasuk Hubei, Anhui, Zhejiang, Jiangxi, Hunan dan Guangxi selama tiga hari, demikian prakiraan pusat meteorologi itu.

Pusat tersebut juga memperingatkan mengenai hujan badai dan angin kencang di wilayah itu serta mendesak semua pelajar agar berhati-hati saat melakukan perjalanan. Wilayah Tiongkok Timur-laut juga akan dipengaruhi oleh hujan lebat dan petir selama masa ujian sekolah, kata pusat meteorologi tersebut.

Sebanyak 9,42 juta siswa diperkirakan duduk menghadapi ujian yang melelahkan mulai Ahad. Ujian itu akan memutuskan pakah seorang siswa bisa masuk perguruan tinggi, kembali ke sekolah selama setahun lagi, atau berusaha mendapat pekerjaan. Ujian tersebut di beberapa provinsi berlangsung selama dua hari, dan tiga hari di wilayah lain. (Detikcom/Ant/Xinhua/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru