Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Turki Blokir Twitter Pasca Serangan Bom

- Kamis, 23 Juli 2015 12:43 WIB
154 view
 Turki Blokir Twitter Pasca Serangan Bom
Ankara (SIB)- Sejumlah layanan komunikasi internet di Turki memblokir akses terhadap Twitter, Rabu (22/7). Pemblokiran dilakukan untuk mencegah distribusi gambar peristiwa bom bunuh diri yang terjadi dua hari lalu. Dikutip dari Reuters, seorang pejabat pemerintah Turki membenarkan pemblokiran ini, namun ia mengaku bahwa TBK, selaku otoritas yang berwenang mengatur teknologi dan komunikasi, tidak terlibat dalam kebijakan pemblokiran. Saat ini, otoritas Turki berencana akan membuka kembali akses terhadap Twitter dalam waktu dekat setelah situs mikro blog tersebut menghapus gambar-gambar yang berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Suruc.

Diberitakan sebelumnya, serangan bom yang terjadi di sebuah taman budaya Amara, Suruc, telah menewaskan 32 orang yang mayoritas adalah mahasiswa. Mereka diketahui berkumpul di taman untuk menyatakan sikap dan berencana membantu pembangunan kembali kota Kobani di Suriah.

Kelompok militan radikal ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa bom bunuh diri ini. Menurut saksi mata, pelaku bom bunuh diri diduga adalah seorang perempuan berusia 18 tahun, sementara menurut pemberitaan media lokal adalah seorang pria. Dalam konferensi pers di Provinsi Sanliurfa, perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan bahwa saat ini otoritas Turki sedang mengidentifikasi terduga pelaku bom bunuh diri. Ia juga mengaku akan memperketat sistem keamanan, terutama di perbatasan, yang dianggap dapat mengancam stabilitas negara.

2 Polisi Tewas

Dua personel kepolisian Turki ditemukan tewas di dekat perbatasan Suriah. Kedua polisi ini sama-sama memiliki luka tembak di bagian kepalanya. Diduga kuat, kedua polisi Turki ini tewas dibunuh. Insiden ini terjadi di kota Ceylanpinar, dekat perbatasan Suriah, yang dua hari lalu menjadi lokasi ledakan dahsyat yang menewaskan 32 orang. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (22/7).

Gubernur Sanliurfa, Izzettin Kucuk seperti dikutip televisi setempat, NTV dan juga kantor berita Anatolia, menyebut bahwa kedua polisi itu ditemukan tewas di dalam sebuah apartemen yang menjadi tempat tinggal keduanya. Tidak disebut lebih lanjut identitas kedua polisi ini. Namun surat kabar Hurriyet melaporkan, keduanya tewas setelah ditembak pada bagian kepala.

Belum ada tersangka yang ditangkap terkait pembunuhan ini. Dalam pernyataannya, Kucuk menyatakan juga belum bisa memastikan apakah kematian dua polisi ini terkait dengan terorisme. Terlebih, serangan bom bunuh diri baru saja mengguncang kota Suruc, yang juga terletak di wilayah Sanliurfa pada Senin (20/7). Serangan bom yang menewaskan 32 orang ini diduga kuat melibatkan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Yang terbaru, otoritas Turki berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Suruc sebagai seorang pemuda Turki berusia 20 tahun yang terkait ISIS. (CNNIndo/AFP/dtc/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru