Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Turki Izinkan AS Gunakan Pangkalannya untuk Serang ISIS

- Sabtu, 25 Juli 2015 15:41 WIB
373 view
Turki Izinkan AS Gunakan Pangkalannya untuk Serang ISIS
SIB/AFP
Dengan wajah penuh ketakutan, seorang remaja keturunan Kurdi-Turki menjawab pertanyaan anggota polisi Turki yang melakukan penggerebekan pasca serangan yang menewaskan sejumlah anggota polisi Turki di Diyarbakir. Ribuan polisi Turki dikerahkan, Jumat (24/
Ankara (SIB)- Pemerintah Turki akhirnya mengizinkan pesawat tempur Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan Incirlik di Selatan Turki. Kesepakatan ini dicapai setelah beberapa bulan melakukan negosiasi. Diberitakan AFP, Jumat (24/7), pangkalan udara Incirlik akan digunakan untuk melakukan serangan ke wilayah-wilayah ISIS. Kesepakatan ini terjalin setelah Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara soal konflik ISIS. "Akses ke panggalan udara pemerintah Turki semisal Incirlik akan meningkatkan efisiensi operasional pihak koalisi dalam menghadang ISIS," ujar pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya.

Langkah ini menandai peningkatan peran signifikan Turki dalam memerangi militan ISIS yang telah merebut beberapa wilayah di Suriah dan Irak. Turki berbagi 500 mil perbatasan denngan SUriah. Bagian Selatan Turki berbatasan langsung dengan wilayah yang dikuasai.

Pihak AS mengoperasikan dua jenis pesawat yaitu pesawat berawak dan tidak berawak dalam melakukan pengeboman target ISIS. Sebelumnya AS dan koalisi tidak diizinkan menggunakan fasilitas di pangkalan milik Turki. "Kami telah memutuskan untuk lebih memperdalam kerjasama kami dalam memerangi ISIS, dan pekerjaan kami untuk membawa penyelesaian politik untuk konflik di Suriah," kata Laura Seal, juru bicara Departemen Pertahanan.

5 Ribu Polisi
Ribuan polisi Turki dikerahkan dalam operasi terpadu terhadap para tersangka jihadis ISIS dan kelompok-kelompok militan lainnya. Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu menyatakan operasi tersebut akan terus berlanjut. Hal ini disampaikan Davutoglu kepada para wartawan dalam konferensi pers di Ankara seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (24/7).

Dikatakan Davutoglu, sejauh ini sudah 297 orang yang ditangkap dalam operasi besar-besaran yang digelar di berbagai wilayah Turki. Mereka termasuk 37 warga asing. Namun tidak dirinci asal negara ke-37 warga asing tersebut. Operasi penangkapan ini dilakukan menyusul serangan-serangan udara oleh jet-jet tempur Turki terhadap kelompok ISIS di Suriah. Davutoglu menyatakan, serangan udara tersebut berhasil menghancurkan target-target ISIS.

Sebelumnya, kantor berita Dogan melaporkan, polisi menggerebek alamat-alamat di sejumlah distrik Istanbul dan wilayah lainnya untuk mencari anggota ISIS, Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan kelompok militan lainnya. Bahkan di Istanbul saja, 140 alamat digerebek di 26 distrik dalam operasi penangkapan yang melibatkan sekitar 5 ribu polisi tersebut. Operasi penangkapan ini dilakukan setelah serangan bom bunuh diri di Suruc, sebuah kota Turki di perbatasan Suriah pada Senin, 20 Juli lalu. Sebanyak 32 orang tewas dalam serangan yang diklaim ISIS tersebut.

Kemudian dua polisi tewas ditembak di wilayah tenggara Turki, dekat perbatasan Suriah pada Rabu, 29 Juli lalu. Sayap militer PKK mengklaim penembakan itu sebagai pembalasan atas pengeboman di Suruc. Kemudian pada Kamis, 23 Juli kemarin, seorang polisi tewas dalam serangan di kota Diyarbakir yang penduduknya mayoritas Kurdi. (AFP/Rtr/dtc/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru