Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Krisis Ekonomi, Putin Pecat Ratusan Ribu Pejabat

* Rusia Kirim Pesawat Pengebom Supersonik ke Krimea
- Minggu, 26 Juli 2015 20:01 WIB
239 view
Krisis Ekonomi, Putin Pecat Ratusan Ribu Pejabat
Kremlin (SIB)- Krisis ekonomi melanda Rusia. Dampaknya, Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit untuk memecat sebanyak 110 ribu pejabat demi penghematan biaya. Dekrit itu diteken Presiden Putin pekan lalu. Salah satu isi dekrit adalah membatasi jumlah staf yang dipekerjakan oleh Departemen Dalam Negeri Rusia lebih dari 1 juta orang. Karena itu, Pemerintah Rusia terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Kebijakan ini membuat jumlah pegawai Rusia bekurang 10 persen.

Staf administrasi akan menanggung beban penghematan di kementerian yang mengontrol polisi Rusia, pasukan keamanan paramiliter, dan lembaga keselamatan lalu lintas. Rusia juga memangkas belanja pemerintah sebesar 10 persen di seluruh instansi pada tahun ini karena mengalami krisis ekonomi terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Krisis ekonomi Rusia dipicu anjloknya harga minyak dunia dan diperparah oleh sanksi dari negara-negara Barat terhadap Moskow. Sanksi itu dijatuhkan karena Rusia dianggap terlibat dalam krisis di Ukraina.

Menurut laporan CNN, Sabtu (25/7), ekonomi Rusia menyusut 2,2 persen pada kuartal I. Putin sendiri telah memangkas gajinya 10 persen pada Maret 2015, tak lama setelah menuntut setiap departemen Pemerintah Rusia, kecuali Departemen Pertahanan, memangkas pengeluaran. Data di Pemerintah Rusia menunjukkan angka pengangguran naik menjadi 5,4 persen pada Juni 2015. Angka itu naik jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 4,8 persen.

Kirim Pesawat Pengebom Supersonik

Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelatihan militer ke negara-negara Eropa. Pemerintah Rusia pun meresponsnya dengan mengirim pesawat pengebom supersonik ke Krimea untuk memperkuat pertahanan. Seperti diberitakan Sputnik, Sabtu (25/7), Badan Pertahanan Rusia diharapkan akan menerima enam pesawat pengebom jarak jauh jenis Tu-22M3 modern pada akhir 2015. Namun, tanggal pasti pengiriman ke Laut Hitam belum dipublikasikan.

Pesawat Tu-22M3 menawarkan jangkauan maksimum 4.200 mil dan memiliki radius tempur 1.500 mil. Pesawat itu dipersenjatai dengan 23 mm GSH-23 meriam di bagian ekor pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Kemudian, rudal jarak jauh antikapal yang disebut Raduga Kh-22 dan rudal udara atau Raduga Kh-15.

Militer Rusia mengoperasikan lebih dari 100 pesawat 100 Tu-22Ms. Mereka membutuhkan dana segar sebesar USD400 untuk meng-upgraged pesawat menjadi lebih modern. Pembaruan dijadwalkan selesai pada 2020. Penyebaran pesawat pengebom supersonik ini berkaitan dengan latar belakang AS memperkuat latihan militer negara Eropa Timur dan negara Baltik. Negeri Paman Sam melakukan itu untuk melindungi mereka dari ancaman Rusia agar kejadian di Ukraina tidak terulang. (CNN/okz/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru