Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Atap Bus Terkoyak Saat Lintasi Jembatan di Prancis, 6 Penumpang Luka-luka

- Selasa, 28 Juli 2015 14:15 WIB
371 view
Atap Bus Terkoyak Saat Lintasi Jembatan di Prancis, 6 Penumpang Luka-luka
SIB/AFP
Atap bus asal Spanyol ringsek berat setelah menghantam bagian langit langit satu jembatan di La Madeleine, utara Prancis, Minggu (26/7) waktu setempat.
Paris (SIB)- Atap satu bus sobek ketika melintas di bawah jembatan yang rendah dan melukai setidaknya 6 penumpang. Peristiwa itu terjadi di bagian utara Prancis, Minggu (26/7) waktu setempat. Jaksa wilayah di bagian utara Lille, Frederic Fevre, mengatakan setidaknya 6 orang berada dalam kondisi genting setelah bus dari Spanyol yang membawa 58 penumpang itu mencoba melewati jembatan yang rendah. Batas tinggi kendaraan yang dibolehkan untuk melewati jembatan itu disebutkan tidak boleh lebih dari 2,6 meter.

Sebanyak 28 penumpang lainnya yang kebanyakan pelajar asal Spanyol berusia 18 sampai 29 tahun itu mengalami luka ringan. Bus itu melayani rute Bilbao-Amsterdam ketika peristiwa itu terjadi di sekitar wilayah Lille pada pukul 05.30 waktu setempat. "Sebagian besar penumpang sedang tidur (dan) tidak ada seorangpun yang menyadari apa yang terjadi," kata seorang penumpang asal Spanyol yang menyebut dirinya bernama Carlota, seperti dilansir AFP, Senin (27/7). "Tiba-tiba, atap jembatan itu sudah ada di sana," imbuhnya sembari memperagakan dengan tangan yang berada di atas kepalanya.

Menurut saksi mata, sebagian besar penumpang yang terluka berada di belakang bus di mana puing-puing bus yang menabrak bagian jembatan itu berada. Fevre mengatakan sopir bus yang berusia 59 tahun mempunyai track record yang baik dan meyakinkan pihak berwenang bahwa dia mengikuti rute yang ditunjukkan GPS miliknya.

Sopir itu kini tengah diinterogasi. Pihak berwenang mengaku sopir itu telah menjalani tes pemakaian narkoba atau alkohol dan hasilnya negatif. Para penumpang yang tidak memerlukan rawat inap akan dibawa ke pusat olahraga setempat untuk kemudian dipulangkan ke Spanyol. "Mereka tengah beristirahat, mereka sangat stres dan kelelahan. Mereka akan bersama-sama dan akan kembali ke Spanyol bersamaan," ucap Francois Ducrocq, seorang psikiater yang bekerja dengan tim yang membantu para korban. (AFP/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru