Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Petani Perancis Usir Ratusan Truk Pengangkut Makanan Impor

- Selasa, 28 Juli 2015 14:17 WIB
244 view
Petani Perancis Usir Ratusan Truk Pengangkut Makanan Impor
STRASBOURG (SIB)- Para petani Perancis, Senin (27/7), mengatakan mereka telah mencegat dan memerintahkan sebanyak 300 truk yang mengangkut makanan impor dari Jerman untuk berbalik arah. Aksi ini merupakan bagian dari unjuk rasa para petani Perancis yang menuntut harga jual lebih baik untuk berbagai produk pertanian dalam negeri. Para petani sejak Minggu malam sudah mendirikan pos-pos pemeriksaan di perbatasan Perancis-Jerman untuk mencari truk-truk yang mengangkut bahan makanan impor.

"Kami sudah mencegat dan memerintahkan sekitar 200-300 truk yang mengangkut makanan impor yang merupakan pesaing kami untuk kembali ke negaranya," ujar Franck Sander, ketua serikat petani setempat. "Sebagai contoh, kami mengusir sebuah truk pengangkut keju. Para konsumen mengira keju-keju yang dijual adalah produksi Perancis, padahal sebenarnya keju itu berasal dari Slovaki," tambah Sander.

Sander mengklaim sekitar 1.000 orang petani terlibat dalam aksi ini dan telah mengusir sejumlah truk yang mengangkut buah dan sayuran dari Jerman.

Sementara itu di wilayah barat daya Perancis, sekitar 100-an orang petani menyerang puluhan truk yang berasal dari Spanyol dan mengancam akan menurunkan muatan truk itu jika berisi daging atau buah-buahan yang akan dikirim ke Perancis.

Para petani itu menggunakan 10 buah traktor untuk memblokir jalan tol yang terletak tak jauh dari perbatasan dengan Spanyol. Akibat aksi ini kemacetan sepanjang 4 kilometer terjadi. Demikian penjelasan Guillame Darrouy, sekjen serikat petani muda wilayah Haute-Garrone.

Aksi para petani ini muncul sepekan setelah para petani memblokir jalanan kota, situs-situs wisata dan tempat-tempat lain di seluruh Perancis menuntut perbaikan harga tanaman pangan. Para petani menuding buruknya harga produk pangan Perancis adalah akibat membludaknya produk pangan asing di pusat-pusat perbelanjaan dan distributor. (AFP/kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru